MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di Malang melalui penyaluran bantuan mesin panen dan alat olah tanah kepada petani di Malang Raya, Jumat (17/07/2026).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam kegiatan Temu Tani di Taman Edukasi D’Embung Park Pandanmulyo, Kabupaten Malang. Sebanyak 50 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Malang Raya menerima dukungan alat pertanian modern yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi panen sekaligus produktivitas lahan.
Baca Juga: Pemkab Jember Genjot Perbaikan Irigasi dan Optimalisasi 7.070 Hektare Lahan Pertanian
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Pertanian, Yayasan STAPA Center, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta sektor swasta melalui Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil, Direktur Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk Rianto Probo Hartono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Malang Raya.
Sudaryono menegaskan pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern sebagai langkah meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Pemerintah mendukung penuh inovasi dan penggunaan alat pertanian modern agar hasil panen semakin optimal. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan organisasi petani menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian,” ujarnya.
Tarik Minat Anak Muda Terjun ke Sekor Pertanian
Menurut dia, keterlibatan sektor swasta menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian di Malang Raya membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar manfaat teknologi dapat dirasakan petani di berbagai daerah.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan petani yang berkelanjutan,” tegas Sudaryono.
Selain meningkatkan produktivitas, Kementerian Pertanian juga berupaya menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern.
“Kalau untuk membangkitkan anak-anak muda menjadi petani, perlu dukungan teknologi yang kekinian, seperti drone maupun alat pertanian yang lebih canggih,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil mengapresiasi bantuan mesin panen dan alat olah tanah yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses budidaya maupun panen. Dia menilai peningkatan produktivitas lahan tidak hanya bergantung pada benih unggul, pupuk, dan irigasi, tetapi juga harus didukung penggunaan alat pertanian modern.
Baca Juga: Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian
“Atas nama keluarga besar HKTI Jawa Timur kami mengucapkan terima kasih kepada Sampoerna atas dukungan alat pertaniannya. Saya yakin ini merupakan hasil dari silaturahmi yang baik antara Ketua Umum DPP HKTI dengan berbagai organisasi dan pelaku usaha,” ujarnya.
Mesin panen dan alat olah tanah yang disalurkan telah melalui kajian perguruan tinggi di Indonesia. Peralatan tersebut dirancang untuk lahan pertanian berukuran kecil, baik di area datar maupun terasering, sehingga lebih sesuai dengan karakteristik lahan pertanian di Indonesia.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan Temu Tani juga dimeriahkan dengan pameran produk pertanian dan UMKM lokal. Pameran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan usaha masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








