SURABAYA, Tugujatim.id – Manajemen Persebaya akhirnya buka suara usai ramai dugaan oknum Bonek, supporte Persebaya, melakukan vandalisme memecah kaca Kereta Api Pasundan pada Kamis (30/5/2024).
Sebagaimana diketahui, polisi dan pihak KAI tengah memburu para pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut. Namun, beredar kabar bahwa suporter di Surabaya yang melakukan vandalisme tersebut merupakan oknum Bonek.
Merespon hal itu, Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi meminta agar tidak dikaitkan dengan nama baik klub. Mengingat kejadian tersebut berada di luar kegiatan sepakbola.
“Jangan dikait-kaitkan dengan Persebaya dan olahraga sepak bola, karena itu sudah di luar sepak bola,” katanya saat ditemui Tugujatim.id pada Sabtu (1/6/2024).
Menurutnya, tindakan vandalisme yang menyebabkan dua warga sipil mengalami luka-luka tersebut merupakan tindakan kriminal. “Itu sudah kriminal jadi biarkan aparat penegak hukum yang mengambil langkah tegas,” tegasnya.
Sehingga, Manajemen Persebaya akan mendukung langkah tegas yang dilakukan oleh pihak kepolisian agar segera menangkap para pelaku.
“Kalau itu sudah di luar konteks sepakbola. Artinya itu sudah jadi ranahnya aparat berwenang. Jadi ketika itu sudah dianggap sebagai sebuah tindakan yang melanggar hukum kami berharap aparat keamanan mengambil sikap tegas,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi vandalisme tersebut terjadi saat KA Pasundan melintas di JPL 5, KM 3+7/8, antara Stasiun Gubeng – Stasiun Surabaya Kota di Jalan Ambengan, Surabaya pada Kamis (30/5/2024) sekitar pukul 23.54 WIB.
Sejauh ini, kerugian material yang diterima pihak KAI berupa kerusakan kaca yang pecah di tujuh sarana kereta ekonomi KA Pasundan.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, terdapat dua penumpang yang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor : Darmadi Sasongko








