PASURUAN, Tugujatim.id – Kronologi Pembunuhan Buruh Pabrik di Pasuruan diawali dari Puji Astutik, istri korban yang mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku bernama Rahmat meminta agar korban keluar dari rumahnya.
Bertepatan dengan korban keluar rumah, kedua tersangka datang ke rumah pelaku menaiki motor suzuki Smash. Seketika Murdiono (29) diserang oleh dua pelaku kakak beradik, Abdul Rosyid (28) dan Andur Rohman (26) di depan ruamahnya dengan serangan senjata tajam.
Dua pelaku warga Burajah, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang langsung menyerang korban bertubi-tubi hingga korban terjatuh. Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (10/7) sekitar pukul 01.00 WIB.
“Kedua pelaku mengapit sajam kemudian membacokkan celurit ke tubuh korban,” ujar KBO Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Sunarti pada Rabu (10/7).
Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku diduga berkali-kali membacokkan celuritnya. Karena bekas banyak bekas luka yang ditemukan di tubuh korban. “Banyak bekas luka sajam jenis celurit di tubuh korban,” ungkapnya.
Luka bacokan ditemukan di wajah, pundak kiri, lengan kiri, pengelangan tangan kiri atas hingga area kaki. Paha kiri atas dan paha kiri bawah juga terdapat luka bacokan. Usai membacok korban, pelaku langsung berusaha kabur. Senjata tajam yang digunakan dibuang di sekitar TKP.
“Di lokasi kami temukan dua senjata tajam jenis celurit yang sudah dalam kondisi patah berlumuran darah,” imbuhnya.
Namun, tidak sampai dua belas jam kedua pelaku datang menyerahkan diri ke warga, sebelum diamankan Polres Pasuruan.
Murdiono (29), warga Dusun Rohkepuh, Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan dibunuh secara keji di depan rumahnya, Rabu (10/7/2024) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Korban dibunuh di depan anggota keluarganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








