• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Meru Betiri

Taman Nasional Meru Betiri, berbatasan langsung dengan laut, akan digunakan sebagai kawasan ekowisata di Kabupaten Jember. (Foto: Google Maps)

Taman Nasional Meru Betiri Bakal Jadi Episentrum Ekowisata Jember, Ini Pengertian Ekowisata

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Tips, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember, Hendy Siswanto menyinggung tentang ‘ekowisata’ saat meresmikan pembangunan Jalan Andongrejo-Bandealit, yang membelah kawasan Taman Nasional Meru Betiri beberapa waktu lalu.

Pembangunan jalan tersebut untuk menjadikan Taman Nasional Meru Betiri sebagai episentrum ekowisata di Kabupaten Jember. Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan mengajak peserta didik dari berbagai jenjang sekolah untuk datang dan belajar langsung di alam terbuka.

You might also like

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

13/06/2026 11:41 AM
Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

13/06/2026 10:19 AM

Lantas, apa itu ekowisata? Apakah ekowisata memberikan dampak positif? Atau bahkan juga berpotensi menimbulkan dampak negatif?

– Ekowisata

Artikel berjudul Ecotourism: A panacea or a predicament? karya Das dan Chatterjee (2015) dari Department of Humanities & Social Sciences, Indian Institute of Technology Kharagpur menjelaskan, pengertian ekowisata menurut International Ecotourism Society 1991.

Ekowisata merupakan perjalanan menuju kawasan alami, yang bertanggung jawab melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Pengertian tersebut menekankan pada kesejahteraan masyarakat setempat dan keberlanjutan terhadap alam.

Sehingga, dalam pembangunan ekowisata perlu berpegang pada prinsip-prinsi, seperti meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal tersebut mengacu pada minimnya kerusakan alam atau lingkungan dari adanya pembangunan ekowisata.

Keberadaan ekowisata juga harus memberikan pengalaman positif, baik kepada pengunjung maupun masyarakat lokal. Ekowisata berkontribusi aktif terhadap konservasi, baik terhadap alam maupun budaya masyarakat lokal.

Hal tersebut dilakukan dengan cara melibatkan komunitas lokal dalam perencanaan, pengembangan, dan pengopeerasian, sehingga memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Secara garis besar ekowisata menjadi strategi pendukung konservasi dan memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Di berbagai negara, ekowisata telah menunjukkan kontribusi nyata dan mencapai tujuan ganda, seperti mengentaskan masalah kemiskinan dan konservasi Sumber Daya Alam.

 

– Dampak Positif Ekowisata

Keterlibatan masyarakat lokal, mulai dari perencanaan hingga pengoprasian ekowisata, secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan warga, menciptakan lapangan kerja, memberikan pengalaman dan pengetahuan terhadap masyarakat lokal.

Selain itu, jika prinsip ekowisata diimplementasikan sepenuhnya, dapat berpeluang besar terhadap konservasi alam, memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, hingga mendorong pengunjung maupun masyarakat setempat untuk menghormati budaya dan warisan alam.

 

– Dampak Negatif Ekowisata

Ekowisata berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak memberikan manfaat, baik kepada masyarakat lokal maupun konservasi. Biasanya, hal tersebut terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap konsep ekowisata.

Konsep ekowisata berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau institusi-institusi tertentu. Selain itu, kurangnya pendanaan, kesalahan dalam pengelolaan, tekanan populasi, hingga perburuan liar, dapat berdampak negatif pada lingkungan.

Seperti degradasi lingkungan, kerusakan keanekaragaman hayati, menurunnya habitat satwa liar. Dampak negatif terhadap masyarakat lokal seperti, kesenjangan ekonomi, hingga potensi terjadinya persinggungan budaya, sehingga berdampak negatif terhadap budaya lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: JemberKabupaten JemberMeru Betiri
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Kuliner Khas Banyuwangi.

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Buruan Wisatawan, Kuliner Khas Banyuwangi Makin Populer

by Dwi Linda
13/06/2026 9:18 AM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki beragam destinasi wisata alam menarik, mulai dari Kawah Ijen,...

Lights Wonderland Malang

Lights Wonderland Malang Sulap GOR Ken Arok dengan 5 Juta Lampu, Jadi Wisata Malam Baru

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 4:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Festival cahaya Malang bertajuk Lights Wonderland Malang resmi hadir di kawasan GOR Ken Arok dengan menghadirkan sekitar...

Next Post
Coklit 1

Temuan Bawaslu Tuban, Ada Pantarlih Hanya Serahkan Bukti dan Stiker

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID