• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Addin.

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Addin Jauharuddin (kiri) bersama CEO Tugu Media Group Irham Thoriq. (Foto: dok)

Ngobrol Gayeng, Gus Addin Bagikan Tips Kader GP Ansor Miliki Jaringan Luas lewat Banyak Membaca Buku

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kami banyak belajar dari Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharuddin. Dia membawahi sekitar 8 juta kader se-Indonesia. Kami belajar usai ngobrol gayeng di rumahnya di daerah Depok, Jawa Barat. Kami ngobrol mulai dari perkembangan bisnis, GP Ansor, inovasi, ilmu berjejaring dan transformasi digital.

Menariknya, pria yang juga Komisaris Waskita Karya ini adalah seorang pembelajar ulung. Addin mengaku, dia pasti belanja buku ke toko buku dalam sebulan.

You might also like

NU

Tak Perlu Silau: Seni Ber-NU ala Mbah Muchit Muzadi

16/06/2026 12:02 PM
MBG

MBG dan Ironi Negeri : Anak Dikasih Makan, Uang Rakyat Dimakan

16/06/2026 9:43 AM

”Sebulan pasti saya baca 2-3 buku,” kata pria yang pernah menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Untuk mengetahui perkembangan Indonesia termutakhir, dia biasanya keliling ke toko Buku Gramedia. Pasti ada buku baru yang dirilis dari berbagai bidang kehidupan. Mulai dari bidang bisnis, politik, teknologi, psikologi, dan lain sebagainya.

”Misalnya di teknologi, hal baru apa sih yang sedang banyak dibicarakan, ya tinggal saja ke rak teknologi, begitu juga dengan politik, dari kebiasaan itu saya menjadi tahu isu termutakhir,” imbuhnya.

Addin terkenal dengan jaringannya yang luas. Menurut Addin, anak muda harus mengutamakan adab daripada ilmu agar punya jaringan luas.

”Orang respek ke kita kalau punya adab dan sopan ke orang,” ucapnya.

Dia mencontohkan saat bertamu, ketika ada kotoran maka ketika kita membersihkan, maka tuan rumah akan respek. Begitu juga ketika ada anak dari tuan rumah kita sapa dengan penuh kasih sayang, maka tuan rumah akan respek.

”Misal bilang anak ini ponakan saya, pasti senang banget dan tuan rumah jadi respek,” imbuhnya.

Terpenting, Addin melanjutkan, high level thinking yang perlu ditingkatkan. Artinya, kita harus punya gagasan dan pengetahuan sehingga ketika diajak ngobrol dengan jejaring, kita menjadi tahu.

”Misal kita ketemu dengan orang yang jago teknik, ya perlu baca-baca dulu soal teknik, ini penting agar orang trust dan pengetahuan kita menjadi bahan obrolan,” ucap pria yang akrab disapa Gus Addin ini.

Untuk mempunyai banyak pengetahuan, Addin masih berkeyakinan kalau buku masih menjadi solusi utama agar kita berpengetahuan. Selain itu, bertemu banyak orang dan belajar ke banyak orang, juga bisa menjadi solusi.

”Teruslah belajar, saya kira anak muda perlu itu,” jelasnya.

Addin juga menyarankan, anak muda khususnya kader GP Ansor juga belajar merenung. Addin misalnya, untuk merancang konsep besar Ansor dalam kepemimpinannya, dia merenung setelah banyak membaca situasi dan masukan banyak pihak.

”Lalu saya corat coret di kertas, lalu munculah konsep itu,” imbuhnya.

Konsep Addin yaitu disebut ASTA BISA. Asta ini adalah konsep delapan program presiden terpilih Prabowo Subianto, sedangkan BISA empat pilar GP Ansor dalam kepemimpinannya yakni Bisnis, Inovasi Teknologi dan Media, Sumber Daya Manusia dan Anak Muda. Kami akan menjabarkan secara detail program Asta Bisa ini dalam catatan selanjutnya.

Obrolan gayeng dengan Addin berlangsung sekitar tiga jam. Kami akhirnya pamit karena Addin harus bergeser ke Cirebon untuk menghadiri haul di Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Kami pulang dengan banyak membawa ilmu kehidupan yang luar biasa besarnya.

Writer: Irham Thoriq

Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

NU

Tak Perlu Silau: Seni Ber-NU ala Mbah Muchit Muzadi

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 12:02 PM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Ada sebuah gejala psikologis yang belakangan ini kerap menjangkiti sebagian kader Nahdlatul Ulama (NU). Di...

MBG

MBG dan Ironi Negeri : Anak Dikasih Makan, Uang Rakyat Dimakan

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 9:43 AM
0

Tugujatim.id - Artikel MBG dan Ironi Negeri : Anak Dikasih Makan, Uang Rakyat Dimakan Oleh Muhamad Ulil Arham, Founder Omah...

NU.

Suket Teki, Gus Yahya, dan Tantangan Governing NU

by Dwi Linda
06/06/2026 4:45 PM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - KH A Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010 pernah melontarkan...

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Next Post
Nusantara Bernyanyi.

Lahirkan Talenta Cilik Berbakat, Ajang Nusantara Bernyanyi 2024 di MMI Bikin Heboh

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID