SURABAYA, Tugujatim.id – Maraknya kasus gagal ginjal pada anak, Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) meminta masyarakat atau orangtua agar lebih waspada dalam memberikan obat pada anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono mengatakan, saat ini Dinkes Jatim memang belum dapat memastikan angka penderita gagal ginjal pada anak di Jatim hingga melakukan pengobatan cuci darah.
Namun, menurutnya langkah preventif yang penting untuk dilakukan adalah peran orangtua dan masyarakat dalam mengawasi konsumsi serta pengobatan pada agar untuk menghindari risiko penyakit gagal ginjal.
Dianjurkan, jika anak mengalami sakit sebaiknya diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Tidak diberikan obat yang tidak diresepkan oleh tim kesehatan.
“Yang terpenting preventif dan promotif, sehingga kita dorong masyarakat untuk tidak mengobati sendiri. Kalau bisa ke dokter lah. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti itu,” kata Erwin.
Selama ini sejumlah obat-obatan khusus telah memiliki regulasi tersendiri agar tidak sembarang disebarluskan. Namun, pencegahan tetap harus dilakukan agar masyarakat tidak salah dalam memberikan penanganan mandiri.
“Pada prinsipnya sebetulnya regulasi udah ketat sekali memberikan izin untuk obat-obat yang quality sekarang khususnya pada masyarakat sehingga kalau kita berobat itu jangan sampai beli obat sendiri ya supaya nanti bisa diberikan obat-obat terbaik,” bebernya.
Selain obat-obatan, faktor eksternal yang perlu diwaspadai adalah makanan dan minuman yang mengandung bahan-bahan berbahaya terutama saat dikonsumsi oleh anak.
Mengatasi hal tersebut, Dinkes Jatim Jatim akan berkoordinasi dengan BPOM untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penjualan makanan dan minuman.
“Kami akan kordinasi dengan BPOM yang punya tool yang cek bahan yang ada dalam makanan dan minuman. Sejauh ini belum ada laporan,” terangnya.
Guru Besar Kedokteran Unair Surabaya tersebut berharap agar masyarakat terutama orangtua lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak dengan mengawasi makanan, minuman dan obat-obatan yang dikonsumsi.
“Harapan Kita di depan itu pembelajaran untuk kita semua supaya kalau keluar cepat telepon dan berobatnya ke tenaga medis Semoga nanti bisa jauh lebih aman,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








