JEMBER, Tugujatim.id – Di tengah aksi unjuk rasa mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pedagang kaki lima (PKL) di Jember tetap eksis. PKL di Jember tetap berjualan pada Jumat (23/08/2024).
Pedagang penjual rujak nusantara itu tetap berjualan meski di depan lapaknya dipenuhi ratusan demonstran dari Koalisi Indonesia Menggugat (KIM) yang tergabung dari beberapa Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Ormek).
Penjual rujak bernama Siti Rohana mengaku, sebelum aksi demo berlangsung beberapa pembeli menghampiri lapaknya.
“Tadi sebelum acara itu ada yang beli,” ujar Siti Rohana pada Jumat (23/08/2024).
Setelah masa memadati Bundaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, yang tidak lain menjadi lokasi Siti Rohana berjualan di depannya, dirinya mengaku tidak ada pembeli yang berani menghampiri lapaknya.
“Iya, pas ini (pembeli, Red) ya tidak berani masuk,” katanya.
Kendati demikian, Siti Rohana menyadari, di lokasi dirinya berjualan sering menjadi tempat unjuk rasa setiap kali ada beberapa permasalahan yang menyangkut DPRD.
“Ya mau gimana lagi, memang tempatnya untuk anak-anak (pendemo, Red) ya tidak masalah,” jelasnya.
Meski hal itu membuat pendapatannya berkurang karena tidak adanya pembeli, Siti Rohana tidak mempermasalahkannya.
Baca Juga: Aksi Demo Tolak RUU Pilkada di Gedung DPRD Jatim, Massa Lempari Kotoran Manusia
“Ya berkurang Mas, tapi ya nggak apa-apa, namanya juga untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Dia juga menjelaskan, meski rujaknya tidak ada yang membeli, tapi menu minuman yang Siti Rohana jual cukup banyak pembeli.
“Tapi tadi ada beberapa ada yang beli minum,” katanya.
Berdasarkan pantauan Tugujatim.id, selain Siti Rohana, di waktu yang bersamaan ada beberapa PKL di Jember, di antaranya penjual es tebu dan cilok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








