JAKARTA, Tugujatim.id — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Pagar Nusa siap meladeni tantangan dari Garda Bangsa. Tapi, mereka akan tabayun ke Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan menyusul pernyataannya yang menggertak Banom PBNU untuk perang.
Kepala Satkornas Banser Gus Syafiq Syauqi menganggap gertakan tersebut harus dipertanyakan maksud sebenarnya. Jadi, dia mengatakan, tidak menimbulkan konflik maupun persepsi yang membingungkan dan menyesatkan.
“Kami dapat info ajakan perang itu. Tapi kami tidak mau gegabah, tidak ingin terpancing. Kami Banser dan Pagar Nusa meniatkan untuk tabayun ke Tommy. Biar kami paham duduk perkaranya, konteksnya bagaimana,” kata Gus Syafiq.
Menurut dia, gertakan perang tersebut timbul dari konflik yang saat ini membuat goyang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jika itu karena konflik PKB, menurut Gus Syafiq, jangan tarik-tarik Banom NU ke dalamnya.
Baca Juga: ISMEI Ke-XVI Sukses Digelar di Jakarta, Komitmen Dorong Transformasi Ekonomi Inklusif
Dia menyarankan, Garda Bangsa lebih baik menganggap ini sebagai koreksi atas perjalanan partai di bawah kepemimpinan Cak Imin selama belasan tahun. Selain itu, juga agar membantu PKB untuk menyelesaikan masalahnya.
“Ansor ini ormas, tidak terlibat politik praktis. Kalau ngajak perang karena konflik internal partai malah aneh. Lebih baik Garda Bangsa bantu selesaikan masalah internal PKB, koreksi diri,” imbuhnya.
Gus Syafiq melanjutkan, perintah yang diberikan oleh PBNU adalah perintah untuk menyuarakan hak dan wewenang kepemimpinan ulama. Bukan kekuasaan. Jadi, apa pun bentuk penentangan terhadap aspirasi ini harus dilihat sebagai penentangan kepada hak dan wewenang ulama.
“Kami akan melapor kepada PBNU dan meminta perintah selanjutnya apa yang harus kami lakukan. Apa pun keadaannya. Kami minta semua kader dan anggota Ansor untuk tetap memegang teguh disiplin dan bertindak menurut komando pimpinan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pagar Nusa Gus Nabil Haroen mengatakan, memang dalam proses tabayun benar Garda Bangsa mengajak perang Banom NU, pihaknya siap menerimanya.
“Kami lihat saat tabayun. Kalau benar ya kami terima saja. Kalau mau konfrontasi fisik Banser dan Pagar Nusa siap-siap saja, kami borong. Tinggal Garda Bangsa tentukan tempatnya, kapan, dan di mana,” ungkapnya.
Meski begitu, Gus Nabil dan Gus Syafiq sepakat akan berkonsultasi ke PBNU terlebih dahulu untuk meminta arahan dan pertimbangan untuk menanggapi hal tersebut.
“Kami dalam waktu dekat akan ke PBNU. Kami akan minta pertimbangan minta arahan. Kami satu komando,” ujarnya.
Untuk diketahui, melansir dari Detik, Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan mengatakan siap jika harus melawan badan otonom Nahdlatul Ulama, GP Ansor. Tommy mengatakan akan menjaga PKB.
“Jadi ya kami sebetulnya gini, risih juga harus menghadapi keluarga sendiri. Tapi, kami kalau memang itu diperlukan dan menang harus dilakukan. Kami siap untuk menjaga partai ini dengan cara apa pun. Kalau memang harus perang, kami siap perang,” imbuhnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








