• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Eri Cahyadi

Eri-Armuji saat mendaftarkan diri ke KPU Surabaya sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya (Foto: Dok. Armuji)

Lawan Kotak Kosong di Pilkada Kota Surabaya, Pengamat Politik Unair: Tidak Ada Kaitan Krisis Demokrasi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Nasional, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Akademisi politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyoroti kekhawatiran publik terhadap demokrasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terkait lawan kotak kosong.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya telah menetapkan calon tunggal pasangan Eri Cahyadi-Armuji sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya pada Minggu (22/9/2024).

You might also like

PSI

Anggota DPRD Jatim Fraksi PSI Erick Komala Bidik Jatim dan Sidoarjo Jadi “Kandang Gajah” PSI

13/07/2026 9:08 AM
BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

02/07/2026 9:54 PM

Artinya, sebagai calon tunggal Eri-Armuji akan dipastikan melawan kotak kosong di Pilkada 2024. Dosen Politik Universitas Airlangga Hari Fitrianto memberikan tanggapannya.

Munculnya kotak kosong di Pilkada 2024 menciptakan kekhawatiran publik akan kebebasan demokrasi. Menurut Hari, kotak kosong tidak menandakan akan adanya krisis demokrasi.

“Fenomena kotak kosong itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan krisis demokrasi. Melainkan, hanya soal pengaturan jadwal antara pemilu nasional dengan pilkada yang terlalu dekat,” katanya.

Hari Fitrianto
Dosen Politik Universitas Airlangga (UNAIR), Hari Fitrianto menanggapi lawan kotak kosong di pemilihan wali kota dan wakil wali kota Surabaya (Foto: Dok. Pribadi)

Hari menyinggung perihal prinsip timelu manner yang penting dilakukan oleh KPU sebagai pihak penyelenggara. Yang mana, pemilu wajib dirancang supaya masyarakat ikut berpartisipasi secara maksimal.

Sayangnya, pelaksanaan Pilkada 2024 kali ini belum diiringi dengan pertimbangan waktu yang cukup matang.

Sayangnya, menurut Hari, ambisi untuk melaksanakan pilkada serentak di tahun ini belum diiringi dengan pertimbangan waktu yang matang.

“Dengan menyerentakkan antara pemilu nasional dengan pilkada, partai politik dan calon-calon pemimpin di daerah tidak punya cukup waktu untuk melakukan konsolidasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hari menuturkan jika kotak kosong akan mempengaruhi partisipsi masyarakat dalam memilih paslon. Terlebih, di masyarakat muncul asumsi calon tunggal dipastikan akan menang jika melawan kotak kosong.

“Hanya ada satu kandidat yang bekerja keras menghadirkan pemilih ke TPS. Sedangkan kotak kosong tidak ada tim sukses, sehingga membuat orang menjadi enggan atau malas datang ke TPS,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bila kotak kosong menang di Pilkada, maka daerah tersebut akan dipimpin oleh Penjabat sementara yang ditunjuk pemerintah pusat.

Merepons hal tersebut, Hari menilai jika pemilihan tersebut justru menunjukkan tidak ada prinsip demokrasi karena tidak dipilih oleh rakyat.

“Pejabat tersebut bisa berasal dari berbagai kalangan yang tidak dipilih secara demokratis oleh rakyat. Termasuk birokrat, kementerian, atau bahkan kepolisian,” bebernya.

Dia berharap, pemerintah pusat dapat merevisi pembentukan undang-undang agar pilkada dan pemilu tidak dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan.

“Pemilu nasional dan pemilu daerah sebaiknya tidak dilakukan bersamaan. Jika pemilu nasional, misalnya, dilakukan di tahun 2024, maka pemilu daerah idealnya dilaksanakan dua tahun setelahnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: KPU Kota SurabayaKPU SurabayaPilkada 2024Pilwali SurabayaPilwali Surabaya 2024SurabayaUniversitas Airlangga
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

PSI

Anggota DPRD Jatim Fraksi PSI Erick Komala Bidik Jatim dan Sidoarjo Jadi “Kandang Gajah” PSI

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 9:08 AM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id - Anggota DPRD Jatim Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus Wakil Ketua DPW PSI Jatim, Erick Komala, membidik...

BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 9:54 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kronologi penggerebekan gudang penyimpanan narkotika dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape)...

BNN

BNN Sita 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, Sindikat Internasional Thailand Bidik Pasar Vape Indonesia

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 5:23 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur,...

Sekolah Rakyat.

1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat selama 5 Hari, Fokus Latih Hidup Mandiri di Asrama

by Dwi Linda
29/06/2026 10:03 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Sebanyak 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II akan diterjunkan ke 178 titik Sekolah Rakyat...

Next Post
Cafe Nuansa Alam

7 Kafe Nuansa Alam di Jember Wajib Dikunjungi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID