• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Eri Cahyadi

Eri-Armuji saat mendaftarkan diri ke KPU Surabaya sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya (Foto: Dok. Armuji)

Lawan Kotak Kosong di Pilkada Kota Surabaya, Pengamat Politik Unair: Tidak Ada Kaitan Krisis Demokrasi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Nasional, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Akademisi politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyoroti kekhawatiran publik terhadap demokrasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terkait lawan kotak kosong.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya telah menetapkan calon tunggal pasangan Eri Cahyadi-Armuji sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya pada Minggu (22/9/2024).

You might also like

Kedelai Nasional

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

20/05/2026 12:47 AM
Habib Mahdi Kherid ajak semua pihak bijak

Habib Mahdi Kherid Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

07/05/2026 9:58 PM

Artinya, sebagai calon tunggal Eri-Armuji akan dipastikan melawan kotak kosong di Pilkada 2024. Dosen Politik Universitas Airlangga Hari Fitrianto memberikan tanggapannya.

Munculnya kotak kosong di Pilkada 2024 menciptakan kekhawatiran publik akan kebebasan demokrasi. Menurut Hari, kotak kosong tidak menandakan akan adanya krisis demokrasi.

“Fenomena kotak kosong itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan krisis demokrasi. Melainkan, hanya soal pengaturan jadwal antara pemilu nasional dengan pilkada yang terlalu dekat,” katanya.

Hari Fitrianto
Dosen Politik Universitas Airlangga (UNAIR), Hari Fitrianto menanggapi lawan kotak kosong di pemilihan wali kota dan wakil wali kota Surabaya (Foto: Dok. Pribadi)

Hari menyinggung perihal prinsip timelu manner yang penting dilakukan oleh KPU sebagai pihak penyelenggara. Yang mana, pemilu wajib dirancang supaya masyarakat ikut berpartisipasi secara maksimal.

Sayangnya, pelaksanaan Pilkada 2024 kali ini belum diiringi dengan pertimbangan waktu yang cukup matang.

Sayangnya, menurut Hari, ambisi untuk melaksanakan pilkada serentak di tahun ini belum diiringi dengan pertimbangan waktu yang matang.

“Dengan menyerentakkan antara pemilu nasional dengan pilkada, partai politik dan calon-calon pemimpin di daerah tidak punya cukup waktu untuk melakukan konsolidasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hari menuturkan jika kotak kosong akan mempengaruhi partisipsi masyarakat dalam memilih paslon. Terlebih, di masyarakat muncul asumsi calon tunggal dipastikan akan menang jika melawan kotak kosong.

“Hanya ada satu kandidat yang bekerja keras menghadirkan pemilih ke TPS. Sedangkan kotak kosong tidak ada tim sukses, sehingga membuat orang menjadi enggan atau malas datang ke TPS,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bila kotak kosong menang di Pilkada, maka daerah tersebut akan dipimpin oleh Penjabat sementara yang ditunjuk pemerintah pusat.

Merepons hal tersebut, Hari menilai jika pemilihan tersebut justru menunjukkan tidak ada prinsip demokrasi karena tidak dipilih oleh rakyat.

“Pejabat tersebut bisa berasal dari berbagai kalangan yang tidak dipilih secara demokratis oleh rakyat. Termasuk birokrat, kementerian, atau bahkan kepolisian,” bebernya.

Dia berharap, pemerintah pusat dapat merevisi pembentukan undang-undang agar pilkada dan pemilu tidak dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan.

“Pemilu nasional dan pemilu daerah sebaiknya tidak dilakukan bersamaan. Jika pemilu nasional, misalnya, dilakukan di tahun 2024, maka pemilu daerah idealnya dilaksanakan dua tahun setelahnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: KPU Kota SurabayaKPU SurabayaPilkada 2024Pilwali SurabayaPilwali Surabaya 2024SurabayaUniversitas Airlangga
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Kedelai Nasional

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

by Mochamad Abdurrochim
20/05/2026 12:47 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Capaian sektor pertanian nasional belum sepenuhnya memuaskan. Di balik produksi padi dan jagung yang dinilai melampaui target pemerintah,...

Habib Mahdi Kherid ajak semua pihak bijak

Habib Mahdi Kherid Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

by Mochamad Abdurrochim
07/05/2026 9:58 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id — Habib muda asal Jawa Timur, Habib Mahdi Kherid mengajak seluruh pihak untuk menyikapi perbedaan pendapat dengan bijak...

May Day

Jelang May Day, Polrestabes Surabaya Antisipasi 22 Titik Krusial 

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 5:04 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menjelang hari buruh atau May Day 2026 yang diperingati setiap 1 Mei, Polrestabes Surabaya mulai mempersiapkan beberapa...

Ansor

Aktivis Ansor Jatim Nilai Dudung Sebagai Kepala KSP Pilihan Tepat di Tengah Suasana Anomali Geopolitik Global

by Darmadi Sasongko
28/04/2026 9:09 AM
0

Jakarta, Tugujatim.id  – Aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menilai penunjukan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor...

Next Post
Cafe Nuansa Alam

7 Kafe Nuansa Alam di Jember Wajib Dikunjungi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID