• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andry Dewanto Ahmad tengah/tugu jatim

Andry Dewanto Ahmad tengah. (Foto: Dokumen)

Sugeng Tindak Mantan Ketua KPU Jatim

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Gogot Cahyo Baskoro, Komisionis KPU Jawa Timur

Tugujatim.id – “Mas, mohon izin. Bila diperkenankan, saya bermaksud mengikuti seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi. Saya niati ingin try out. Belajar.  Sebelum nanti daftar KPU Jember untuk periode kedua,” kataku ke senior ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad, awal tahun 2014 lalu.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

“Lho, jangan,” jawabnya. Aku langsung tersenyum kecut. Khawatir salah omong, atau pimpinanku ini tak berkenan aku ikut mendaftar. Maklum, beliau juga baru 1 periode menjabat sebagai komisioner KPU Jatim.

Tapi sebelum pikiranku makin liar, beliau melanjutkan. “Jangan diniati try out. Harus serius, niat ibadah. Luruskan niat, belajar yang rajin dan jangan lupa berdoa. Saya memang akan daftar. Tapi juga belum tentu terpilih kembali, kok,” ujar suami Hikmah Bafaqih ini enteng.

Aku tersenyum lega. Jawaban mas Andry melebihi ekspektasiku. Bermaksud try out, orang yang berjasa memilihku sebagai komisioner KPU Jember ini, malah memintaku lebih dari itu. Tak ada kekhawatiran bahwa aku akan menjadi kompetitor yang berpotensi “menggantikannya” di KPU Jatim.

Ini membuat aku yakin untuk serius mengikuti proses seleksi. Sekaligus menepis pandangan minor sejumlah senior. Percuma mengikuti seleksi KPU Jatim, karena yang terpilih sudah “kelihatan” sebelum seleksi dilakukan.

Saat sama-sama lolos seleksi sampai 20 besar, mas Andry tak hanya menyampaikan selamat padaku dan para juniornya. Tapi juga terus mendampingi dan memberikan sejumlah tips dan saran agar bisa lolos seleksi wawancara di tim seleksi.

Maka malam pengumuman 10 besar aku tak kuasa menahan tangis. Saat aku dinyatakan lolos 10 besar calon KPU Provinsi. Sementara tidak dengan mantan Ketua KPU Malang periode 2003 sampai dengan 2009 ini. Saat itu, sejatinya aku lebih siap menerima pengumuman kegagalan, dibandingkan lolos 10 besar calon KPU Jatim.

Lagi-lagi, beliau menyemangati aku untuk bersiap menghadapi seleksi berikutnya. Berjanji membantu mengkomunikasikan dengan para pengambil kebijakan di Jakarta. Sama sekali tak ada beban, walau ia sebagai ketua KPU Jatim gagal lolos 10 besar.

Sementara dua koleganya di KPU Jatim, bisa lolos. Dua hari terakhir masa jabatan, mas Andry masih biasa-biasa saja memimpin rapat koordinasi bersama seluruh KPU se-Jatim di sebuah hotel di Surabaya.

Belakangan, saat terpilih sebagai komisioner KPU Jatim. Bisa dibilang menggantikan beliau dari unsur NU (Nahdlatul Ulama). Aku berupaya meneladani sikap beliau yang selalu “ngemong”.

Tidak menganggap sahabat dan junior sebagai kompetitor. Akhir masa jabatan 2019 lalu, selalu mendorong semua sahabat dan sahabati untuk ikut bergabung dalam proses seleksi  KPU Jatim. Pun demikian untuk seleksi KPU Pusat.

Karenanya pagi tadi, saat kabar berpulangnya beliau datang, cukup mengagetkan. Walau sudah beberapa kali mengikuti istigosah virtual mendoakan kesembuhan beliau. “Kepergiannya” masih tak menyangka secepat ini.

Apalagi karena kondisi, aku belum bisa takziyah ke rumah duka di Singosari. Hanya bisa mengirim karangan bunga, sekedar tanda ikut berduka.

Selamat jalan mas Andry. Tak hanya aku, Ansor dan NU sungguh juga “kelangan gedhen” atas kepergianmu. Kehilangan besar. Karena, tak sekedar orang baik. Engkau adalah aset dan sekaligus mutiara NU di Jatim.

Sungguh tak pernah bisa aku menyamaimu. Walau dua periode di KPU Provinsi, mungkin tak sampai 20 persen aku bisa mencontoh dirimu. Sugeng tindak. Insya Allah pintu surga terbuka lebar menyambutmu.

Tags: ansorjatimJemberKPUnasional
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Ilustasi Bojonegoro ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Madya. (Foto: Pexels) tugu jatim

Bojonegoro Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Madya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID