TUBAN, Tugujatim.id – Polemik terkait penyaluran bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD) di Kabupaten Tuban terus memanas. Meski distribusi bansos ini berlanjut, sejumlah langkah diambil untuk meredam potensi kontroversi.
Salah satunya dengan menghilangkan tulisan “Mbangun Deso Noto Kutho” dari kemasan beras bansos tersebut. Tulisan ini sebelumnya sempat menuai sorotan karena dikaitkan dengan visi-misi pasangan calon bupati yang tengah bertarung di Pilkada Tuban 2024.
Dari pantauan di lapangan, bantuan berupa beras itu masih menggunakan kemasan khusus. Hanya saja, pernyataan visi-misi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban 2024 yang sempat tertera di bagian bawah kemasan telah dihapus.
Baca Juga: Persela Lamongan Disanksi Berat, Panitia Ajukan Banding usai Laga Lawan Rans Nusantara FC
Hal ini dilakukan guna menjaga suasana kondusif dan menghindari polemik di masyarakat yang mengaitkan bantuan dengan kampanye salah satu pasangan calon.
“Kami sudah hapus semuanya untuk menghindari kesalahpahaman. Kami ingin pilkada berjalan aman, damai, dan tidak ada unsur politisasi di dalamnya,” ujar Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban Sugeng Purnomo.
Sugeng menegaskan, tidak ada niatan memanfaatkan distribusi bansos untuk kepentingan politik tertentu. Menurut dia, kemasan tersebut sudah digunakan sejak lama.
Bahkan sebelum ada pencalonan pilkada. Dengan demikian, dia menepis tuduhan bahwa bantuan ini sengaja dipolitisasi.
“Desain kemasan ini sudah ada sejak 2021, mungkin juga 2022, jauh sebelum masa kampanye. Jadi, tidak ada kaitan dengan pemilu sekarang. Ini hanya kelanjutan dari distribusi bantuan dengan kemasan yang sudah tersedia,” tambahnya.
Namun, kontroversi tidak berhenti di situ. Sebuah foto yang menunjukkan seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) berpose dengan dua jari dan latar belakang tumpukan BPNTD sempat beredar luas di media sosial.
Gaya dua jari tersebut dinilai oleh beberapa pihak sebagai bentuk dukungan kepada salah satu pasangan calon. Sugeng memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memberikan teguran.
“Kami akan memberikan peringatan kepada yang bersangkutan. Namun perlu diketahui, TKSK itu adalah petugas dari provinsi, bukan dari kami. Meski begitu, kami akan tetap mengambil langkah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinsos P3A PMD Tuban telah menyalurkan BPNTD dalam bentuk beras kepada masyarakat. Namun, penyaluran ini menimbulkan kontroversi setelah terungkap bahwa kemasan bantuan tersebut mencantumkan tagline “Mbangun Deso Noto Kutho” yang merujuk pada visi-misi paslon nomor urut 2, Lindra-Joko.
Selain itu, beredarnya foto TKSK dengan pose dua jari semakin memanaskan suasana dengan banyak pihak yang menilai tindakan tersebut tidak netral dan berbau kampanye terselubung.
Tindakan cepat dari pihak dinsos dengan menghapus tulisan pada kemasan dan pemberian teguran diharapkan mampu menenangkan polemik yang berkembang di masyarakat. Namun, perdebatan mengenai keterlibatan bansos dalam politik pilkada ini masih terus menjadi perbincangan hangat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








