MALANG, Tugujatim.id – Kebakaran menimpa home industry makanan ringan bernama UD Gajah Bangkit di Dusun Kedawung, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Insiden ini terjadi pada Minggu (20/10/2024), sekitar pukul 08.00.
Kejadian kebakaran home industry di bagian belakang ruang penggorengan makanan ringan. Lokasinya di belakang rumah pemilik UD Gajah Bangkit, Suriati, 52.
Kapolsek Dampit Iptu Ahmad Taufik mengatakan, operasional tempat produksi tersebut telah dimulai pada pukul 07.00. Satu jam setelah itu, karyawan yang menggoreng keripik jagung di bagian belakang beristirahat.
Baca Juga: Pjs Bupati Mojokerto Beber soal Nota Penjelasan Raperda APBD 2025, Ini Langkah Strategisnya!
“Waktu istirahat, api dikecilkan. Penggorengan ditinggal pekerja (keluar ruangan),” ujar Taufik saat dikonfirmasi.
Dia mengatakan, minyaknya masih panas, kemudian mengeluarkan api. Karyawan yang mengetahuinya mencoba memadamkan api dengan pasir dan air. Tapi, api justru semakin membesar.
“Pemilik home industry kemudian menghubungi Damkar Kabupaten Malang,” kata Taufik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto menjelaskan, penyebab kebakaran home industry itu karena api di tungku penggorengan terlalu panas. Bahan bakar yang digunakan untuk menggoreng adalah kayu bakar dan jumlahnya terlalu banyak.
“Bahan bakar terlalu banyak sehingga minyak panas menguap dan mengakibatkan penggorengan terbakar,” jelas Sigit.
Baca Juga: Di Tangan Prabowo-Gibran, Masyarakat Indonesia Bertumpu Harapan
Dia mengirimkan empat unit mobil damkar untuk menanggulangi di UD Gajah Bangkit. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 dan langsung memadamkan.
Sigit menyebut butuh waktu sekitar 50 menit untuk memadamkan api yang membakar bangunan seluas 80 meter persegi tersebut. Api berhasil dipadamkan pada pukul 09.45.
“Pemadaman ini juga dibantu oleh relawan redkar, Polsek Dampit, dan Koramil Dampit,” kata Sigit.
Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kebakaran ini. Untuk kerugian materiil yang dialami pemilik home industry ditaksir mencapai Rp20 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








