SURABAYA, Tugujatim.id – Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kini resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029. Prabowo-Gibran dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Prabowo-Gibran memperoleh suara tertinggi dengan raihan 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional pada Pilpres 2024. Pasangan nomor urut 2 tersebut unggul sedikitnya 20 persen di setiap 38 provinsi.
Baca Juga: Jelang Bebas Narapidana di Tuban Justru Nekat Akhiri Hidup di Kamar Mandi
Setelah resmi menggantikan jabatan Joko Widodo dan Maruf Amin, kini harapan masyarakat Indonesia bertumpu pada sosok Prabowo-Gibran.
Dalam pidato perdananya, Prabowo menyatakan banyak hal. Terutama kekhawatiran negara terhadap masalah-masalah sosial yang belum tuntas. Korupsi, kolusi, kemiskinan, hingga kesehatan turut menjadi sorotan.
Tugujatim.id mewawancarai beberapa kalangan masyarakat yang berbeda latar belakang. Berikut pendapat mereka:
– Mukhariroh, perempuan, 36, seorang ASN di Surabaya –
“Sebagai ASN saya pingin tentu tunjangan ingin dinaikkan seperti PNS. Karena secara beban kerja juga nggak kalah berat bahkan tanggung jawabnya lebih besar. Dan, berharap judi online, pornografi, narkoba diberantas.”
– Fariz, laki-laki, 24, seorang pedagang di Jakarta –
“Kita akan lihat lima tahun ke depan seperti apa. Yang pasti berharap bisa menstabilkan ekonomi, karena dalam beberapa bulan ini deflasi sangat memengaruhi kehidupan masyarakat.”
– Umilatun Nisa, perempuan, 28, seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo –
“Semoga Prabowo lebih baik daripada Pak Jokowi. Dan harga bahan-bahan pokok terus melonjak itu semoga bisa diturunkan, meskipun sepertinya mustahil.”
– Muhammad Sholehuddin, laki-laki, 23, seorang guru honorer di Surabaya –
“Kesejahteraan para pekerja/karyawan khususnya seorang guru perlu diperhatikan. Karena masih terlalu banyak guru (honorer) yang harus menyambung hidupnya menambah pekerjaan. Lalu pengajaran yang diberikan belum mencapai tahap excellent. Terakhir, tidak mengubah ulang sistem pendidikan mulai dari nol (sistem baru) terhadap sistem yang sudah berjalan, akan tetapi lebih kepada penyempurnaan dan perbaikan ke arah yang lebih sesuai pada era pendidikan saat ini.”
– Hanaa Septiana, perempuan, 30, jurnalis di Surabaya –
“Prabowo-Gibran mengusung keberlanjutan jadi tidak bisa berharap banyak. Tapi sebagai jurnalis kita akan tetap kritis. Dengan kita berorganisasi itu muncul sikap yang bisa mendorong agar pemerintah tidak berbuat sewenang-wenang dengan independensi media seperti zaman Orba.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








