SURABAYA, Tugujatim.id – Masyarakat Indonesia baru saja memiliki tonggak kepemimpinan baru. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu mendengar harapan Komunitas Perpustakaan Anak Bangsa.
Ada satu komunitas literasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang juga menitipkan harapannya untuk Presiden Prabowo Subianto yang baru saja melantik para menterinya di Istana Negara Jakarta, Senin (21/10/2024).
Bergerak selama 26 tahun membangkitkan semangat literasi di lingkungan pedesaan, Eko Cahyono, pendiri Perpustakaan Anak Bangsa, ini ingin Prabowo-Gibran juga mendengarkan asanya.
Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Selama Musim Hujan, Lindungi Diri dari Flu Hingga Demam Berdarah
Dia menolak jika Indonesia dicap sebagai negara dengan minat baca yang rendah. Bagi dia, bukan minat bacanya rendah tapi fasilitasnya yang kurang memadai.
“Sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia khususnya di pedesaan itu tidak rendah. Cuma karena akses dan fasilitas bukunya yang masih kurang,” katanya.
Untuk itu, di tangan Prabowo-Gibran, dia berharap pemerintah dapat memperhatikan kemudahan akses literasi di tingkat pedesaan. Terutama menunjang fasilitas pendidikan yang sebelumnya terbatas menjadi memadai.
“Kami berharap bahwa Pak Prabowo sebagai presiden nantinya bisa memberikan kebijakan ataupun bantuan yang tidak berupa makanan pokok atau instan tapi bantuan bisa dirupakan untuk bidang-bidang pendidikan misalkan bantuan buku,” ucapnya.
Komunitas non-profit yang selama ini dihidupinya tentu tidak mampu mendorong kualitas pendidikan di tingkat desa secara mandiri. Bagi dia, bantuan orang lain eksternal terutama pemerintah sangatlah dibutuhkan. Sebab, salah satu pendorong pendidikan adalah fasilitas buku bacaan.
“Kami berharap dari komunitas Perpustakaan Anak Bangsa berharap banget supaya ada bantuan kepada komunitas di pedesaan untuk meningkatkan minat baca ataupun sektor pendidikan dalam bentuk bantuan buku-buku bacaan yang berkualitas,” jelas Eko.
Tidak mudah bagi dirinya untuk mendapatkan buku bacaan yang berkualitas sehingga masyarakat pedesaan menjadi terbatas mendapatkan akses pendidikan. Perlu adanya kebijakan atau peraturan baru yang memprioritaskan pendidikan terutama di tingkat pedesaan.
Baca Juga: Jasad Pemuda Ditemukan di Rumah Kerabat di Tuban, Diduga Tewas Akibat Konsumsi Miras
“Semoga tahun-tahun selanjutnya, besok dan seterusnya ada kebijakan ataupun peraturan ataupun bantuan dari pemerintah yang memprioritaskan pendidikan khususnya di pedesaan dalam bentuk bantuan buku-buku bacaan,” terangnya.
Tidak hanya kepada pemerintah, Perpustakaan Anak Bangsa juga berharap generasi muda dan masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya pendidikan. Sebab, kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti yang diharapkan oleh Pemerintah Indonesia tidak lepas dari faktor pendidikan yang harus dipenuhi secara maksimal.
“Anak-anak muda dan masyarakatnya semakin sadar akan pentingnya pendidikan karena kualitas sumber daya manusia salah satunya disebabkan oleh faktor pendidikan. Semakin tinggi dan meningkat, membaca adalah salah satu faktor tersebut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








