SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 yang akan dilakukan 27-31 Agustus 2026.
Keputusan itu diambil bukan karena mengajukan diri, melainkan setelah menerima penugasan resmi dari PWNU Jawa Timur yang didukung para pengurus cabang (PC) NU se-Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin usai rapat konsolidasi PWNU Jawa Timur dalam rangka mempersiapkan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Tambakberas, Jombang.
Baca Juga: Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU
Awalnya, Gus Kikin mengaku tidak mengetahui agenda penugasan tersebut. Namun, saat memasuki forum, dia mendapat amanah untuk menjadi kandidat Ketua Umum PBNU.
“Saya sampaikan, saya nyatakan saya tidak akan mencalonkan diri. Tetapi kemudian muncul pembicaraan bagaimana kalau dicalonkan, bahkan bagaimana kalau ditugaskan. Siang ini terjadi penugasan dari seluruh PWNU, bahkan di depan PC-PC NU seluruh Jawa Timur. Kalau saya ditugaskan, ya mau tidak mau memang harus saya terima dan saya siap,” kata Gus Kikin, Selasa (21/07/2026).
Ingin Jaga Tradisi dan Persatuan NU
Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berinisiatif mencalonkan diri. Namun, sebagai kader NU, dia merasa berkewajiban menjalankan amanah organisasi.
“Oleh karena itu, saya bersiap-siap. Saya tidak mengajukan diri, tetapi saya harus maju karena memang ditugaskan untuk menjadi salah satu kandidat dalam pemilihan ketua PBNU pada muktamar yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Gus Kikin, selama memimpin PWNU Jawa Timur, fokus utamanya adalah menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama. Dia menilai kekuatan NU terletak pada persatuan, kebersamaan, dan semangat kasih sayang antarkader.
“Kita berusaha menjaga tradisi-tradisi yang sudah lama dipertahankan. NU itu harus dijalankan dengan penuh kasih sayang, persatuan, dan guyub. Kalau berkumpul di NU itu bukan hanya raganya yang hadir, tetapi hati dan jiwanya juga harus hadir,” tuturnya.
Menjelang pelaksanaan muktamar yang tinggal sekitar satu bulan lagi, PWNU Jawa Timur, kata dia, terus melakukan konsolidasi agar dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi arah organisasi ke depan.
Menurut dia, setiap muktamar tidak hanya membahas program kerja, tetapi juga berpotensi menghadirkan pergantian kepengurusan yang membawa konsekuensi terhadap perjalanan organisasi.
“Yang kita harapkan adalah dampak yang baik, sehingga NU ke depan semakin baik lagi. Kita ingin memasuki muktamar dengan membawa pemikiran-pemikiran dan usulan-usulan yang bisa membangun kinerja NU menjadi lebih baik,” katanya.
Belum Bahas Calon Rais Aam
Gus Kikin juga mengingatkan sejarah panjang NU yang didirikan para muassis dan ulama besar yang berperan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“NU didirikan oleh para muassis dan para alim ulama. Kekompakan NU pada masa-masa awal melahirkan energi yang luar biasa, bahkan memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan. Nilai-nilai itu yang harus kita teladani,” ujarnya.
Dia berharap NU tetap menjadi organisasi yang mengedepankan persatuan dan kemaslahatan umat.
Baca Juga: Rapat Perdana Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Bahas 2 Jalur Persiapan Utama
“Harapannya NU tetap kompak, berkumpul dengan kasih sayang, bersatu dengan jiwa raga sehingga insyaa Allah membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Gus Kikin.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan berpasangan dengan calon Rais Aam PBNU tertentu, Gus Kikin mengatakan pembahasan tersebut masih terlalu dini.
“Saya belum bisa mengatakan sepaket dengan siapa. Untuk pencalonan saya sendiri saja ini baru didorong. Masih ada waktu lebih dari sebulan untuk melakukan komunikasi-komunikasi,” ujarnya.
Dia juga menegaskan hingga kini belum ada pembahasan mengenai nama yang akan diusulkan sebagai calon Rais Aam PBNU.
“Dari PC-PC tadi yang disampaikan hanya persetujuan atau dukungan untuk tanfidziyah saja. Belum ada komunikasi sampai ke arah Rais Aam,” kata Gus Kikin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








