• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tembakau.

Petani tembakau di Dusun Kedung Sumur, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Kholifah mengeringkan daun tembakau secara tradisional. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Kisah di Balik Perjalanan Petani Tembakau Pasat di Jember Pertahankan Proses Tradisional dan Kemandirian

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Menyandang julukan sebagai Kota Cerutu, Kabupaten Jember, terkenal dengan episentrum cigar Indonesia dan dunia. Ini tidak terlepas dari keberadaan industri tembakau yang besar dan tersebar di berbagai wilayah Jember.

Khususnya di Dusun Kedung Sumur, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, di sepanjang Jalan Bagon menjadi salah satu sentra tembakau pasat. Salah seorang petani tembakau setempat, Kholifah menjelaskan, tembakau pasat masih diolah dengan cara tradisional.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Mulai dari penanaman, perawatan, masa panen, hingga pengelolaan dari daun menjadi tembakau kering, dilakukan secara mandiri oleh para petani di Dusun Kedung Sumur. Bahkan, proses pembibitan tembakau masih dilakukan oleh para petani secara mandiri.

Baca Juga: Truk di Mojokerto Kecelakaan Tunggal Tiba-Tiba Pecah Ban, Muatan Padi Berserakan

“Jadi, mulai dari pembibitan hingga setelah panen kami secara mandiri melakukannya dengan cara-cara tradisional untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” jelas Kholifah pada Senin (28/10/2024).

Kholifah mengaku, warga di Dusun Kedung Sumur mayoritas menjadi petani tembakau. Hasil panen daun tembakau setiap kepala keluarga, kemudian diolah secara mandiri di masing-masing rumah warga di desa tersebut.

Sebelum masa panen, setidaknya para petani tembakau akan mengolah lahan pertaniannya, mulai dari menyiapkan lahan, melakukan pembibitan, menanam, membuat dangir atau memberi jalan air di antara tanaman tembakau, hingga membuang pucuk tanaman tembakau (empat kali) selama masa tanam.

“Kalau sudah panen, kita pasat (rajang, Red) daun tembakau, lalu dilakukan penjemuran langsung di bawah sinar matahari langsung, sampai proses pengemasan kita lakukan secara mandiri. Biasanya membutuhkan waktu selama tiga hari proses tersebut,” kata Khoifah.

Lanjut Kholifah, dalam satu kemasan biasanya berisi dua kilogram tembakau saya sudah melalui proses pengeringan. Adapun penjualan tembakau tersebut disalurkan ke pasar-pasar tradisional dan melalui tengkulak.

“Kalau ke tengkulak itu, dalam satu kemasan harganya Rp250 ribu,” tegas Kholifah.

Baca Juga: Tragedi Tambang di Tuban, Dua Pekerja Tewas: Keluarga Terima Santunan

Kendati demikian, proses tradisional pengolahan tembakau yang telah ditekuni sejak lama itu menuai persoalan. Itu juga yang membuat ibu dua anak itu menggantungkan penghasilan keluarganya dari cuaca.

“Penghasilan kami itu mengandalkan cuaca, jadi kalau panas cepat proses pengeringan tembakaunya, tapi kalau cuaca hujan, proses pasat hingga pengemasan harus ditunda,” imbuhnya.

Meski beberapa warga, menurut Kholifah, memanfaatkan berbagai teknologi pengeringan daun tembakau, dirinya menilai hal itu akan membuat kualitas tembakau pasat berbeda dari sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya selalu mempertahankan cara-cara tradisional pengolahan tembakau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniKabupaten Jember hari iniPetani tembakau di JemberPetani tembakau pasat
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
cherymotorindonesia

Chery Siapkan Strategi Masuk Pasar Indonesia dengan Fokus MPV untuk Saingi Produk Jepang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID