SURABAYA, Tugujatim.id – Seorang pengendara mobil Innova Reborn menabrak sebuah warung yang berada di Jalan Kedungdoro, Kota Surabaya, Jumat dini hari (01/11/2024). Akibatnya, dua orang tewas.
Pengendara mobil yang menabrak warung di Jalan Kedungdoro Surabaya tersebut berinisial A, 18, warga asal Sendang Mahar, Sumenep. Selain menabrak warung, A juga menabrak mobil Honda Jazz hingga ringsek.
“Kecelakaan melibatkan dua mobil hingga menabrak sebuah warung di Jalan Kedungdoro terjadi pagi tadi,” kata petugas Command Center 112 Surabaya pada Jumat (01/11/2024).
Baca Juga: Mobil Maung Pindad Jadi Tren, Prabowo Subianto hingga Hendy Siswanto Kepincut Produk Dalam Negeri
Akibat dari kecelakaan maut tersebut, dua mobil mengalami kerusakan parah di bagian depan dan belakang. Terlihat, mobil Innova Reborn ringsek di bagian depan karena menabrak, sementara Honda Jazz yang ditabrak ringsek di bagian belakang.
Selain itu, dua orang juga dikabarkan meninggal dalam peristiwa itu. Yakni, pembeli warung tanpa identitas.
“Dari kejadian tersebut, dua orang pembeli warung meninggal dunia usai tertabrak mobil yang dikendarai laki-laki berinisial A, 18,” ujarnya.
Diduga, pengendara A tersebut mengemudi mobil dalam keadaan diduga dipengaruhi alkohol alias mabuk. Sehingga mobil menjadi hilang kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara.
“Diduga berkendara dengan pengaruh alkohol, kemudian mobil A menabrak mobil lain yang sedang melintas dan seketika menabrak warung yang di berada pinggir jalan,” jelasnya.
Selanjutnya, dua korban yang dinyatakan meninggal dunia dievakuasi ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Sementara dua korban lainnya, pengemudi dan penumpang Honda Jazz T, 27, mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang, dan EN, 27, tidak mengalami luka.
“Untuk korban yang luka-luka dicek oleh tim medis saat berada di lokasi,” ujarnya.
Peristiwa kecelakaan maut ini selanjutnya ditangani oleh pihak Polsek Tegalsari untuk dilakukan proses penyelidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








