• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gunung Fuji.

Keindahan Gunung Fuji di Jepang tanpa salju. (Foto: IG @jay.charvet)

Rekor Salju Turun Terlambat di Gunung Fuji: Indikator Krisis Iklim dan Dampaknya di Dunia Pariwisata Jepang

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Internasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEPANG, Tugujatim.id – Gunung Fuji, simbol kebanggaan Jepang dan salah satu gunung paling terkenal di dunia, baru-baru ini mencatat peristiwa yang mengkhawatirkan. Hingga akhir Oktober 2024, puncak gunung ini masih belum diselimuti salju, menciptakan rekor baru dalam 130 tahun terakhir sejak pencatatan dimulai pada 1894.

Fenomena ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli cuaca, pemerintah, dan industri pariwisata, menggarisbawahi dampak nyata dari perubahan iklim yang kian memburuk.

You might also like

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

04/06/2026 10:01 AM
Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Jumpa Jepang hingga Qatar

10/05/2026 11:57 AM

Cuaca Ekstrem dan Penyebabnya

Musim panas ekstrem dan penyebabnya, menurut Yutaka Katsuta, peramal cuaca di Kantor Meteorologi Lokal Kofu, suhu tinggi musim panas berlanjut hingga September, menghambat udara dingin yang seharusnya membawa salju ke puncak gunung.

“Suhu tinggi musim panas ini dan suhu tinggi ini berlanjut hingga September, menghalangi udara dingin,” kata Katsuta mengkutip dari The Guardian.

Dia menambahkan, perubahan iklim kemungkinan memainkan peran dalam keterlambatan ini. Suhu musim panas tahun ini mencatat rekor terpanas sepanjang sejarah Jepang, menyamai level yang tercatat pada 2023, di mana gelombang panas ekstrem melanda berbagai wilayah di dunia.

Data dari Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa musim panas 2024 adalah yang terpanas dalam sejarah pencatatan negara itu. Suhu rata-rata dari Juni hingga Agustus 2024 mencapai 1,76 derajat Celcius di atas normal, mengalahkan rekor pada 2010.

Baca Juga: Film Koma Sarat Misteri yang Memikat Rilis saat Halloween, Tayang di Bioskop Nikmati Horor di Bulan November 2024

Hal ini juga diperkuat oleh posisi jet stream sub-tropis yang bergerak ke utara sehingga suhu tetap tinggi hingga musim gugur. Para ahli menyebut bahwa fenomena ini adalah bukti nyata bagaimana krisis iklim, diperparah oleh fenomena El Nino dan penggunaan bahan bakar fosil, meningkatkan frekuensi suhu ekstrem secara signifikan.

Menurut penelitian Climate Central, krisis iklim berperan besar dalam meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem. Analisis menunjukkan bahwa suhu tinggi yang tidak biasa di Jepang lebih mungkin terjadi tiga kali lipat akibat krisis iklim, yang diperburuk oleh pola cuaca alami seperti El Nino dan penggunaan bahan bakar fosil. Para ilmuwan menegaskan, pemanasan global telah mengikis lapisan salju di belahan bumi utara selama 40 tahun terakhir, menunjukkan tren yang tidak bisa diabaikan.

Implikasi bagi Pariwisata dan Ekonomi

Keterlambatan salju di Gunung Fuji tidak hanya menimbulkan kekhawatiran lingkungan, tetapi juga mengancam sektor pariwisata yang menjadi andalan banyak wilayah di Jepang. Salju di puncak Fuji biasanya menjadi daya tarik visual yang menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia, menandai dimulainya musim dingin dan musim wisata terkait.

Baca Juga: 3 Risiko Konsumsi Air Minum Isi Ulang, Bikin Kamu Mikir Dua Kali?

Tanpa salju, daya tarik estetik gunung ini berkurang, yang berpotensi menurunkan jumlah kunjungan dan berdampak negatif pada pendapatan ekonomi lokal.

Selain krisis iklim, pariwisata Gunung Fuji telah menghadapi masalah overtourism dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas lokal telah memberlakukan pajak wisata untuk mengurangi tekanan pada ekosistem, tetapi perubahan iklim membawa tantangan baru yang memerlukan solusi lebih komprehensif.

Seruan untuk Tindakan Global

Kasus ini adalah pengingat kuat bahwa perubahan iklim bukanlah ancaman yang jauh. Dampaknya sudah terasa dan memengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Para ilmuwan menyerukan langkah-langkah drastis untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 1,5 derajat Celcius seperti yang ditargetkan dalam Perjanjian Paris. Tanpa upaya global untuk mengurangi emisi dan melindungi lingkungan, fenomena seperti keterlambatan salju di Gunung Fuji bisa menjadi lebih umum dan merusak warisan alam serta budaya yang berharga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Jepang hari iniGunung Fuji JepangJepang hari iniKrisis iklim di JepangSalju Gunung FujiWisata di Gunung Fuji
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

by Dwi Linda
04/06/2026 10:01 AM
0

Tugujatim.id – Colony tayang di Indonesia akhirnya menjadi kenyataan bagi para penggemar film Korea yang sudah lama menantikan penayangannya di...

Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Jumpa Jepang hingga Qatar

by Mochamad Abdurrochim
10/05/2026 11:57 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Timnas Indonesia dipastikan menghadapi tantangan tidak mudah pada putaran final Piala Asia 2027. Berdasarkan hasil drawing yang...

Keliling dunia naik motor dari Malang

Keliling Dunia Naik Motor dari Malang, Sam HC Siap Tempuh 14 Negara Selama 6 Bulan

by Mochamad Abdurrochim
01/05/2026 4:44 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Aksi keliling dunia naik motor dari Malang bakal dilakukan Heri Cahyono alias Sam HC mulai 2 Mei...

Taiwan

Di Antara Kepentingan dan Persepsi: Tantangan Indonesia dalam Menyikapi Isu Taiwan

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 6:35 PM
0

Arief Putra Wijaya, Alumni Universitas Indonesia - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penulis juga seorang Pengamat Politik dan Hubungan...

Next Post
Hendy Siswanto.

Mobil Maung Pindad Jadi Tren, Prabowo Subianto hingga Hendy Siswanto Kepincut Produk Dalam Negeri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID