TUBAN, Tugujatim.id – Progres pembangunan Gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) RSUD dr R. Koesma Tuban masih mencapai 49 persen. Bangunan IPIT RSUD dr R. Koesma Tuban yang dirancang sebagai fasilitas kesehatan modern lima lantai ini memakai anggaran Rp58,4 miliar dari APBD 2024.
Dengan waktu pengerjaan yang semakin sempit, proyek pembangunan IPIT RSUD dr R. Koesma Tuban ini berpotensi tidak selesai tepat waktu hingga melewati akhir tahun.
Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban dr Masyhudi menjelaskan, meski capaian pembangunan saat ini masih di bawah 50 persen, pihaknya tetap optimis proyek ini dapat selesai sesuai target. Dia mengungkapkan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak kontraktor untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar.
“Kami terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Harapan kami, pekerjaan tahap akhir bisa segera diselesaikan bersama-sama sebelum Desember ini berakhir,” ujarnya.
Gedung IPIT ini direncanakan menjadi pusat layanan kesehatan terpadu dengan fasilitas seperti ruang ICU, NICU (Neonatal Intensive Care Unit), ruang bedah, unit radiologi, hingga fasilitas pendukung lainnya. Namun, tahap finishing untuk sarana dan prasarana hingga kini masih berlangsung.
Di lain pihak, Anggota Komisi I DPRD Tuban Siswanto menyampaikan keprihatinannya terkait lambatnya progres pembangunan. Saat kunjungan kerja sekitar sebulan lalu, dirinya mendapati progres baru mencapai 24 persen.
Bendahara Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Tuban ini menilai, meski kini sudah mencapai 49 persen, waktu yang tersisa masih sangat terbatas.
“Ketika kami inspeksi, saya sudah memperkirakan proyek ini kemungkinan besar tidak akan selesai tepat waktu. Ada beberapa rekomendasi yang saya sampaikan, di antaranya menambah jumlah tenaga kerja, menjaga keselamatan, mengoptimalkan sistem kerja sif 24 jam, dan memastikan kelancaran pasokan material,” ungkap Siswanto.
Selain itu, dia juga menyoroti perlunya kehati-hatian dalam menentukan pemenang tender. Menurut dia, selain kemampuan finansial, pengalaman kerja yang relevan juga harus menjadi pertimbangan penting.
“Selektivitas saat menentukan pemenang tender itu wajib. Tidak hanya dari segi harga, tapi juga melihat kemampuan finansial dan rekam jejaknya dalam mengerjakan proyek serupa,” tambahnya.
Baca Juga: Bus Trans Jatim Mojokerto-Pasuruan Masih Tunggu Alokasi Anggaran, Bakal Launching pada 2025?
Proyek pembangunan Gedung IPIT ini dimenangkan oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia, sebuah perusahaan konstruksi yang berbasis di Surabaya, tepatnya di Jalan Gayungsari VII No12 Lantai 2. Dengan pengalaman yang dimiliki, perusahaan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja agar proyek tersebut tidak molor lebih jauh.
Siswanto juga mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan kerja di tengah upaya mempercepat penyelesaian proyek.
“Jangan sampai mempercepat pekerjaan justru mengorbankan keselamatan para pekerja,” tegasnya.
Hingga kini, masyarakat Tuban berharap pembangunan gedung ini segera rampung sesuai rencana. Sebagai fasilitas kesehatan vital, Gedung IPIT diharapkan dapat meningkatkan pelayanan medis yang lebih baik dan menyeluruh bagi masyarakat Tuban dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








