TUBAN, Tugujatim.id – Sepekan menjelang hari pemungutan suara Pilkada Tuban, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mencairkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk Madrasah Diniyah (Madin) serta insentif bagi para guru Madin. Langkah ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan dan tenaga pendidik yang selama ini berperan penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di Pendopo Kridha Manunggal, Kamis (21/11/2024). Acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Bupati Sementara (PJs) Tuban Agung Subagyo, Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Tuban Abdul Rakhmat.
PJs Tuban, Agung Subagyo, menyampaikan bahwa pencairan ini adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan guru Madin yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi penerus.
“Kami ingin pendidikan keagamaan di Tuban semakin kuat. Dengan dukungan ini, harapannya generasi muda kita akan lebih unggul, berprestasi, dan membawa nama baik Tuban di masa mendatang,” ujar Agung dalam sambutannya.

Namun, pencairan dana yang dilakukan di penghujung tahun ini sempat menimbulkan pertanyaan. Sekda Tuban, Budi Wiyana, mengakui bahwa proses pencairan mengalami keterlambatan. Ia menjelaskan bahwa kendala teknis, seperti koordinasi dengan ratusan lembaga Madin, menjadi salah satu alasan utama.
“Dengan lebih dari 500 lembaga Madin, proses administrasi membutuhkan waktu. Alhamdulillah, hari ini pencairan dapat terlaksana. Semoga dana ini dimanfaatkan untuk mendukung prestasi anak-anak didik,” ujarnya.
Budi Wiyana juga menegaskan bahwa pencairan ini murni program Pemkab Tuban dan tidak terkait dengan agenda Pilkada. Menurutnya, sejumlah kegiatan memang baru terealisasi di akhir tahun karena membutuhkan sinergi dengan banyak pihak.
“Ini murni program pemerintah untuk mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan, tidak ada kaitannya dengan Pilkada,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Abdul Rakhmat, menambahkan bahwa total anggaran yang dikucurkan tahun ini mencapai lebih dari Rp10 miliar. Dana tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban sebesar Rp3,6 miliar, sementara sisanya berasal dari alokasi dana Provinsi Jawa Timur.
“Penerima manfaat meliputi 583 Madin dan sekitar 2.000 guru. Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi lembaga dan tenaga pendidik untuk terus memberikan yang terbaik,” jelas Rakhmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








