JEMBER, Tugujatim.id – Viral di media sosial, video memperlihatkan sampah dari Jember yang terdapat di salah satu pantai yang terletak di Pulau Bali. Kuat dugaan sampah tersebut berasal dari Kabupaten Jember.
Hal itu dibuktikan dengan adanya sampah topi dari tingkat sekolah dasar, didominasi warna merah dan putih pada bagian depan topi, bertuliskan “SDN KEMUNING LOR 02 KEC. ARJASA”, yang merupakan identitas salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Jember.
Tidak hanya itu, beberapa sampah dari Jember berupa kemasan air mineral yang diproduksi di Kota Tembakau ini turut menjadi penyumbang sampah di pantai tersebut. Beberapa brand kemasan air mineral yang ditemukan seperti Al-Qodiri, Ampo, Juanda, Inda, ABCD, dan Global.
Baca Juga: Nahas, Bocah di Kota Mojokerto Tewas Tersengat Listrik PJU Saat Ambil Bola
“Ada brand-brand yang saya kayaknya nggak kenal sebelumnya ada di Bali. Jadi, saya lihat tempat produksinya dan sebagian dari gelas air mineral itu diproduksi di Jember,” ujar pemilik akun Instagram @okvina dikutip Tugujatim.id pada Senin (06/01/2025).
Hal itu membuktikan, beberapa sampah, khususnya di Pantai Bali, tidak selamanya berasal dari Pulau Dewata itu sendiri, melainkan dari Pulau Jawa, khususnya yang berhasil dideteksi dari Kabupaten Jember.
Selain itu, di video yang diunggah oleh akun Instagram @melalibaliofficial menjelaskan bahwa, sekitar 70 merek berhasil ditemukan di Pantai Bali. Jumlah tersebut mayoritas berasal dari Jawa Timur, khususnya Jember.
Baca Juga: Barudak Jawi Tuban Cafe Khas Jawa Wajib Dikunjungi
“Di Jember, TPA (Tempat Pembuangan Akhir, Red)-nya overload, kami sudah pernah ketemu dengan bupati Jember dua tahun yang lalu, beliau bilang hampir 3.000 ton sampah plastik, termasuk langsung ke sungai setiap tahun,” ujar lelaki blasteran dalam video di Instagram @melalibaliofficial tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember Sugiyarto menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan atas sampah dari Kabupaten Jember yang sampai ke Pulau Bali. Sehingga, pihaknya belum bisa memberikan konfirmasi terkait video tersebut.
“Belum ada laporan pastinya, jadi belum bisa memberi komentar,” ujar singkat Sugiyarto melalui pesan tertulis saat dikonfirmasi Tugujatim.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








