TUBAN, Tugujatim.id – Kabar baik datang bagi calon jamaah haji 2025. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang disepakati antara DPR RI dan pemerintah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. BPIH rata-rata untuk 2025 ditetapkan sebesar Rp89.410.258,79 atau turun Rp4 juta dibandingkan 2024.
Penurunan ini disambut baik oleh calon jamaah haji asal Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Tarsimin. Dia mengaku senang karena beban biaya yang harus ditanggung jamaah menjadi lebih ringan.
“Alhamdulillah, penurunan ini sangat membantu, apalagi bagi kami yang sudah lama menunggu keberangkatan. Setidaknya, ini bisa sedikit meringankan para calon jamaah haji,” ujar Tarsimin.
Selain menyambut baik penurunan BPIH, Tarsimin berharap pemerintah dapat terus memberikan perhatian kepada para jamaah, terutama yang berusia lanjut.
“Kami berharap semua bisa berangkat dengan nyaman dan lancar, terutama bagi para lansia yang memerlukan perhatian lebih,” katanya.
Namun, Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Tuban Moh. Ansori mengingatkan bahwa angka tersebut merupakan biaya minimal.
“Biasanya untuk Embarkasi Surabaya, ada penambahan biaya sekitar Rp3 juta-Rp4 juta. Jadi calon jamaah perlu mempersiapkan dana tambahan,” jelasnya.
Penurunan BPIH ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan nilai manfaat yang diberikan. Pada 2024, Bipih ditetapkan sebesar Rp56.046.172,60.
Sementara untuk 2025 turun menjadi Rp55.431.750,78. Penurunan juga terjadi pada nilai manfaat yang diperoleh jamaah dari Rp37.364.114,40 pada 2024, menjadi Rp33.978.508,01 pada 2025.
Dengan rata-rata penurunan Bipih sebesar Rp614.420,82 dan nilai manfaat sebesar Rp3.385.606,39, total penurunan BPIH mencapai Rp4.000.027,21.
“Meski terjadi penurunan, calon jamaah tetap perlu memahami bahwa persiapan dana tambahan tergantung pada lokasi embarkasi masing-masing,” jelas Ansori.
Dari sisi kuota, Tuban diproyeksikan memberangkatkan 1.095 calon jamaah pada 2025. Jumlah tersebut termasuk 32 jamaah lanjut usia, meski hanya 12 yang dipastikan siap berangkat. Selain itu, 473 jamaah masuk dalam daftar cadangan.
Hingga saat ini, persiapan administratif seperti paspor dan bio visa telah rampung, sementara vaksin meningitis akan dilakukan dua minggu sebelum keberangkatan. Untuk memastikan keberangkatan berjalan sesuai rencana dan juga pembagian kuota, Kemenag Tuban masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) yang akan dikeluarkan Presiden Prabowo.
“Keppres menjadi dasar resmi penetapan keberangkatan haji. Setelah itu, kami akan segera mempersiapkan detail pemberangkatan,” ujar Ansori.
Sebagai informasi, pada 2024, Tuban memberangkatkan 1.157 calon jamaah yang terbagi dalam tiga kloter, yakni kloter 11, 12, dan 13. Tahun ini diharapkan persiapan lebih baik dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih maksimal bagi calon jamaah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








