TUBAN, Tugujatim.id – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tuban terus meningkat. Berdasarkan catatan, ada 60 kasus PMK di Tuban hingga 12 Januari 2025. Dari jumlah tersebut, 58 hewan ternak dilaporkan sakit, 2 ekor mati, dan sisanya dalam proses pemulihan.
Kondisi kasus PMK di Tuban ini mendorong berbagai pihak, termasuk DPRD, untuk meminta langkah antisipasi yang lebih cepat dan terarah.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tuban Luqmanul Hakim mendesak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP2P) Tuban segera mengambil langkah konkret agar wabah PMK tidak semakin meluas.
Baca Juga: Bukit Darmo Golf Surabaya Cocok Buat Kamu yang Cari Lapangan Standar Internasional
“Jangan sampai masyarakat bingung, mereka harus meminta tolong ke mana. Hewan ternak, khususnya sapi, adalah tabungan penting bagi petani,” tegas Luqman, Senin (13/01/2025).
Eks wartawan ini juga menekankan pentingnya sosialisasi penanganan serta distribusi vaksin jika diperlukan. Menurut dia, tindakan cepat dapat mencegah kerugian lebih besar bagi para peternak.
“Jangan sampai tabungan ini sia-sia karena sapi mati akibat PMK,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala DKP2P Kabupaten Tuban Eko Julianto mengatakan, sudah mulai melakukan berbagai langkah penanganan, seperti pengobatan hewan yang sakit, pengawasan pasar hewan, dan disinfeksi.
“Kami juga terus mengedukasi masyarakat melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE),” jelas Eko.
Baca Juga: Warga Dengar Dua Kali Ledakan Keras dari Rumah Anggota Polisi di Mojokerto
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Tuban Budi Wiyana mengungkapkan, pemkab telah memetakan pasar hewan yang berpotensi terdampak. Dia juga memastikan koordinasi lebih lanjut dengan TNI, kepolisian, dan kelompok tani ternak untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.
“Insyaa Allah, minggu depan kami akan menggelar rapat koordinasi. Langkah-langkah penanganan sebelumnya, seperti saat wabah PMK terdahulu, akan menjadi acuan,” ujar Budi.
Dengan situasi ini, DPRD Tuban berharap pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat untuk melindungi aset berharga masyarakat, yaitu hewan ternak mereka. Kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci dalam memutus rantai penyebaran kasus PMK di Tuban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








