• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Daun kelor.

Sulistyawati, warga Mojokerto, saat mengemas produk keripik berbahan dasar kelor. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

“Sulap” Daun Kelor Jadi Camilan Sehat, Kisah Pasutri asal Mojokerto Dapat Cuan dari Bisnis Keripik

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tanaman daun kelor ternyata membawa berkah atau cuan bagi warga Mojokerto, Jawa Timur. Seperti yang dilakukan oleh Sulistyawati. Tanaman kelor disulap menjadi camilan ringan yakni stik kelor. Menariknya, Lies, sapaan Sulistyawati, sudah menggeluti usaha ini sejak 2018 atau 7 tahun lalu.

Lies bercerita bahwa dia menggeluti usaha tersebut bersama suaminya. Terlihat, Purwanto, suami Lies, tampak cekatan menyiapkan bahan dasar untuk diolah oleh istrinya.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Baca Juga: Mobilitas Warga Terganggu Pasca Tembok RS Unej Roboh Lagi, Begini Kata Humas

“Suami bagian membersihkan dan menyiapkan bahan baku. Kalau saya yang menyiapkan bumbu. Lalu daun kelor dibumbui, digoreng, sama di-packing sekalian,” terang Lies, Senin (20/01/2025).

Lies menambahkan, suaminya memutuskan keluar dari pekerjaan lalu merintis usaha. Produk stik kelor dengan nama Lies Snack ini saat itu dimulai dengan modal Rp1,5 juta. Camilan sehat menjadi motivasi Lies saat memutuskan membuat camilan berbahan daun kelor. Selain itu, sempat terdapat lomba inovasi camilan dari daun kelor.

“Muncul ide bikin stik kelor. Karena waktu itu, ada lomba camilan dengan bahan kelor. Jadi saya buat stik kelor. Kalau cuma sayur saja kan anak-anak jarang mau, jadi saya bikin yang versi camilan,” ujarnya.

Perlahan, tidak hanya produk dari kelor, keripik dari bahan dasar lain juga digarap oleh pasangan suami istri ini. Mulai bahan dasar singkong, talas, pisang hingga opak. Tidak hanya itu, alat-alat untuk mengolah bahan dasar menjadi keripik dibuat sendiri oleh suami Lies.

“Setelah suami resign, mulai membuat alat-alat juga. Awalnya nyoba-nyoba,” beber Lies.

Baca Juga: Kasus PMK di Jember Meluas, Pasar Hewan Kemisan di Kecamatan Ajung Lengang

Dia mengaku menggeluti usaha ini demi menyambung hidup. Namun, perlahan produknya kian diminati.

“Ya karena untuk biaya hidup. Niatnya bantu suami, lalu untuk pendidikan anak-anak. Dan akhirnya memberanikan diri usaha mandiri bersama,” ujarnya.

Sementara itu, keripik produksi Lies dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp15.000. Selain kemasan tanggung, kemasan kecil seharga Rp2.000 juga dijual di warung-warung kopi (warkop).

“Selain sudah ada reseller dan dijual ke pusat oleh-oleh, sudah ada sekitar 10 warkop, tapi kemasan kecil,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Mojokerto hari iniBisnis keripik daun kelorCamilan stik daun kelorMojokerto hari iniPengusaha keripik daun kelor di MojokertoStik kelor di Mojokerto
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
Puting beliung.

116 Bangunan di Pasuruan Rusak Akibat Puting Beliung, Empat di Antaranya Rusak Berat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID