• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Nelayan Pasuruan.

Kapal nelayan Pasuruan yang tetap bersandar tidak melaut akibat cuaca. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Cuaca Tak Bersahabat, Nelayan Pasuruan Tak Melaut: Tangkapan Ikan Turun 70 Persen

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Banyak nelayan di Kota Pasuruan tidak melaut karena hasil tangkapannya menurun drastis. Penurunan tangkapan nelayan Pasuruan dikarenakan cuaca buruk dan adanya arus kuat perairan.

“Banyak yang tidak melaut. Tangkapan ikan turun karena arus kuat bawah laut, ikan nggak ada,” kata Jakfar, nelayan Pasuruan di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Selasa (28/01/2025).

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Menurut Jakfar, kondisi tersebut terjadi sejak sepekan terakhir. Tangkapan ikan nelayan Pasuruan bahkan menurun hingga 70 persen.

Baca Juga: Jelang Imlek, Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong Mojokerto Bersih-Bersih Ara Suci hingga Rupang

“Rugi kalau tetap melaut. Ikannya nggak ada, sementara biaya sekali jalan bisa Rp1,5 juta-Rp2 juta untuk kapal 20 GT (Gross Tonnage) ke bawah,” ungkapnya.

Jakfar yang juga memiliki kapal mengungkapkan, saat gelombang tinggi para nelayan masih banyak yang melaut. Tapi saat arus kuat bawah laut tinggi, mereka memilih tidak melaut karena bisa dipastikan merugi.

“Kalau ombak besar masih banyak yang melaut, masih ada ikan. Tapi kalau arus bawah laut kuat, mending diam di warung kopi, cari-cari informasi ke nelayan lain yang masih melaut,” jelasnya.

Menurunnya tangkapan ikan nelayan berdampak pada pasokan ke pasar. Beberapa pedagang di pasar memilih menjual ikan air tawar dan payau karena menurunnya pasokan ikan laut dari nelayan.

“Ikan lautnya sedikit sekarang. Jadi, jualnya ikan air tawar seperti lele dan mujaer,” kata Wahid, salah satu pedagang.

Baca Juga: Outing Class Siswa SMPN 7 Kota Mojokerto Berujung Maut, Begini Penjelasan Pemkot

Polairud Pasuruan mengimbau para nelayan tetap waspada jika tetap nekat melaut dengan memperhatikan ketinggian gelombang. Saat ini ketinggian ombak masih normal 0,50-0,60 meter, kecepatan angin 14 knot.

“Kami minta nelayan tetap memperhatikan cuaca. Kadang banyak nelayan yang nekat melaut meski gelombang tinggi,” kata anggota Polairud Pasuruan Aiptu Laswanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Laoh Mahfud

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Pasuruan hari iniCuaca ekstrem di PasuruanKota Pasuruan hari iniNelayan di Pasuruan
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Soekarno Night Run 2025.

Soekarno Night Run 2025, Sensasi Lari Malam di Kota Blitar yang Spektakuler Siap Digelar Februari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID