MALANG, Tugujatim.id – Intermittent fasting (IF) menjadi tren kesehatan yang berkembang pesat di tahun 2025. Pola makan ini tidak hanya dikenal sebagai metode penurunan berat badan, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang telah didukung oleh penelitian terbaru.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup seimbang, intermittent fasting semakin populer dan menjadi bagian dari kebiasaan hidup banyak orang.
Manfaat Intermittent Fasting Berdasarkan Riset Terkini
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat meningkatkan fungsi metabolisme, mengurangi risiko penyakit kronis, dan memperpanjang usia harapan hidup. Beberapa manfaat utama yang telah ditemukan meliputi:
1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Studi menunjukkan bahwa IF membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Dengan berkurangnya kadar insulin yang tinggi, tubuh dapat mengelola energi dengan lebih efisien dan mengurangi penyimpanan lemak berlebih.
BACA JUGA: Diet Ketogenik: Tren, Manfaat dan Mengapa Layak Dicoba?
2. Mendukung Kesehatan Jantung
Intermittent fasting terbukti dapat menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol jahat (LDL), dan peradangan, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular. Puasa berkala juga meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang membantu menjaga keseimbangan lemak dalam darah.
3. Memperlambat Penuaan dan Meningkatkan Umur Panjang
Riset menunjukkan bahwa puasa berkala dapat meningkatkan produksi sel induk dan memperbaiki DNA yang rusak, sehingga dapat memperlambat proses penuaan. Dalam jangka panjang, IF membantu regenerasi sel yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit degeneratif.
4. Meningkatkan Kesehatan Otak
Intermittent fasting dapat merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang berperan penting dalam meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa IF dapat mengurangi peradangan otak dan meningkatkan kemampuan berpikir serta daya ingat.
5. Membantu Manajemen Berat Badan
Dengan mengontrol waktu makan, IF membantu mengurangi asupan kalori tanpa harus melakukan diet ketat, sehingga efektif dalam menurunkan berat badan secara alami. Selain itu, metode ini juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan pembakaran lemak lebih efektif.
BACA JUGA: Manfaat Cuka Apel: Tren Kesehatan yang Semakin Populer
Tren Intermittent Fasting di Tahun 2025
Di tahun 2025, banyak orang yang mulai mengadopsi metode intermittent fasting dengan variasi yang lebih fleksibel. Beberapa tren baru dalam IF yang populer antara lain:
1. Metode 16:8 yang Dipadukan dengan Diet Mediterania – Kombinasi ini dianggap lebih sehat karena mengutamakan konsumsi lemak sehat dan makanan bernutrisi tinggi. Banyak ahli gizi merekomendasikan metode ini untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pola makan sehat.
2. IF Berbasis Teknologi – Aplikasi kesehatan berbasis AI semakin banyak digunakan untuk memantau pola makan dan menyesuaikan waktu puasa dengan kebutuhan individu. Dengan teknologi canggih, pengguna bisa mendapatkan saran nutrisi yang dipersonalisasi dan pemantauan kesehatan yang lebih efektif.
3. Penerapan IF untuk Kesehatan Mental – Banyak penelitian baru menunjukkan bahwa IF dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus serta produktivitas. Dengan mengurangi fluktuasi gula darah yang tajam, IF membantu menjaga suasana hati yang lebih stabil dan meningkatkan energi sepanjang hari.
4. Fokus pada IF Berkelanjutan – Tidak hanya sekadar tren diet, banyak praktisi kesehatan menyarankan pendekatan jangka panjang yang lebih fleksibel agar IF dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa tekanan berlebihan.
BACA JUGA: Ini Dia Deretan Kombinasi Buah untuk Infused Water, Ingin Berat Badanmu Cepat Turun?
Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai manfaat intermittent fasting, pola makan ini diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat modern. Namun, sebelum memulai IF, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan metode yang paling sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Setiap individu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, sehingga pendekatan yang tepat akan memastikan manfaat maksimal dari intermittent fasting.
Sebagai bagian dari revolusi kesehatan global, IF kini tidak hanya dianggap sebagai metode penurunan berat badan, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang lebih baik dan akses terhadap informasi yang lebih luas, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengadopsi pola makan sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Fawwaz Ravi Akbar/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko