PASURUAN, Tugujatim.id – Puluhan babi mendadak mati milik peternak Pasuruan dipastikan karena african swine fever. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mamastikan kematian puluhan babi tersebut dikarenakan penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
“Kematian babi sudah positif ASF,” ujar drh Ainut Alfiyah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/2).
Alfiah mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Veteriner (BBVet) Yogyakarta dan Kementan RI menanggulangi penyebaran penyakit tersebut. Investigasi dilakukan dengan mengambil sampel babi untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Tim juga memberikan vitamin dan pengobatan terhadap ternak babi yang sakit untuk mencegah penyebaran penyakit,” ungkapnya.
BACA JUGA: Puluhan Babi Ternak di Tosari Pasuruan Mati Mendadak, Perut Tampak Kebiruan: Terserang Virus ASF?
Tim juga mengupayakan pencegahan kasus serupa di masa mendatang dengan memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak setempat. Informasi yang diberikan seputar manajemen pemeliharaan ternak yang baik dan benar, serta pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak.
“Kami juga mengimbau kepada para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang, dan memberikan pakan yang berkualitas untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak,” tandasnya.
Demam Babi Afrika Tak Berbahaya bagi Manusia
ASF adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan mematikan yang menyerang babi. Meskipun begitu penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia. Tetapi dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak karena tingkat kematiannya yang tinggi.
“Kami mengimbau peternak untuk memisahkan babi yang sakit atau menunjukkan gejala aneh, dari babi yang sehat. Segera laporkan ke petugas kesehatan hewan terdekat jika menemukan kasus serupa,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan ekor babi di Desa Sedaeng dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mati mendadak pada awal Februari 2025. Jumlah babi yang mati diperkirakan mencapai lebih dari 70 ekor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Laoh Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








