Tugujatim.id – Di sebuah hutan yang rimbun, hiduplah seekor Kancil yang terkenal dengan kecerdasannya. Ia sering menggunakan akalnya untuk mengatasi berbagai rintangan yang menghadangnya. Dalam banyak kisah yang diceritakan turun-temurun, Kancil dikenal sebagai hewan yang selalu bisa keluar dari situasi sulit dengan ide-ide cemerlangnya. Suatu hari, Kancil menghadapi tantangan besar yang menguji kecerdikannya.
Perjalanan Mencari Makanan
Saat pagi menjelang, perut Kancil mulai keroncongan. Ia berjalan menyusuri hutan dengan harapan menemukan makanan yang bisa mengenyangkan perutnya. Namun, keberuntungan tampaknya belum berpihak kepadanya. Tidak satu pun buah atau dedaunan segar yang bisa dimakannya. Setelah berjalan cukup jauh, matanya tertuju pada sebuah ladang mentimun di seberang sungai. Daun-daun hijau yang segar dan buah yang ranum terlihat menggoda.
Namun, ada satu masalah besar yang harus dihadapi. Sungai yang memisahkan dirinya dengan ladang tersebut dipenuhi oleh kawanan reptil besar yang sering mengintai mangsa. Ia harus menemukan cara untuk menyeberang tanpa menjadi santapan mereka.
Baca Juga : Dongeng Kancil dan buaya, kisah kecerdikan kancil
Siasat Cerdik di Tepi Sungai
Kancil mulai menyusun rencana. Dengan percaya diri, ia mendekati tepi sungai dan mengamati pergerakan penghuni sungai tersebut. Ia tahu bahwa buaya adalah hewan yang rakus dan sering kali mudah tertarik dengan makanan. Memanfaatkan fakta ini, ia mulai memanggil kawanan penghuni sungai itu dengan suara lantang.
“Hai semuanya, aku membawa kabar penting!” serunya.
Seekor pemimpin reptil itu muncul ke permukaan dan menatap Kancil dengan rasa ingin tahu. “Apa kabar yang kau bawa, Kancil?” tanyanya dengan suara dalam.
“Aku datang untuk menyampaikan pesan dari Raja Hutan. Beliau ingin mengetahui jumlah penghuni sungai ini. Aku ditugaskan untuk menghitung kalian satu per satu,” kata Kancil dengan wajah meyakinkan.
Mendengar hal itu, kawanan di dalam air mulai berbisik-bisik. Tanpa berpikir panjang, mereka setuju untuk membantu Kancil dalam tugasnya. Mereka segera berbaris rapi dari satu sisi sungai ke sisi lainnya.
Baca Juga : Dongeng Kancil dan Siput: Pelajaran Tentang Kesombongan
Keberhasilan Kancil
Kancil mulai melompati mereka satu per satu sambil pura-pura menghitung. “Satu, dua, tiga…,” ucapnya sambil terus melangkah dengan hati-hati. Hingga akhirnya, ia berhasil mencapai seberang sungai.
Begitu sampai, ia berbalik dan berkata dengan nada penuh kemenangan, “Terima kasih telah membantuku menyeberang! Sebenarnya, aku tidak sedang menghitung kalian. Aku hanya butuh jalan agar bisa mencapai ladang mentimun!”
Para penghuni sungai itu merasa ditipu. Mereka sangat marah, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena Kancil sudah berada jauh dari jangkauan mereka. Dengan penuh kepuasan, Kancil melanjutkan langkahnya menuju ladang yang menggiurkan di depannya.
Baca Juga : Legenda Tangkuban Perahu,Kisah Cinta dan Kutukan Sangkuriang
Pelajaran Berharga dari Kisah Ini
Cerita ini mengajarkan bahwa kecerdikan bisa menjadi senjata yang ampuh dalam menghadapi tantangan. Meskipun begitu, ada pelajaran lain yang dapat dipetik, yaitu pentingnya berpikir sebelum bertindak dan tidak mudah percaya begitu saja.
Kisah ini terus diceritakan dari generasi ke generasi karena selain menghibur, juga menyampaikan nilai moral yang berharga. Dengan menggunakan kecerdikan dan keberanian, seseorang dapat menghadapi rintangan dengan cara yang tidak terduga. Setiap peristiwa memiliki hikmah yang bisa menjadi pelajaran untuk kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ilmi Habibi Rahmatullah