Tugujatim.id – Kancil dikenal sebagai hewan yang cerdik dan lincah di hutan. Ia selalu membanggakan kecepatannya berlari, merasa tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya. Suatu hari, ia berjalan di tepi sungai dan melihat sekumpulan siput sedang bergerak lambat di tepi air. Dengan nada mengejek, Kancil berkata, “Wahai siput, kalian ini lamban sekali! Aku bisa berlari berkali-kali lebih cepat dari kalian.”
Seekor siput yang bijak mendengar ejekan itu dan merasa tertantang. Ia berkata, “Jika kamu memang secepat yang kamu katakan, mari kita berlomba! Siapa yang lebih dulu mencapai garis akhir di ujung sungai, dialah pemenangnya.”
Baca Juga : Dongeng Kancil dan buaya, kisah kecerdikan kancil
Tantangan Balapan yang Mengejutkan
Kancil tertawa terbahak-bahak. “Apa? Kau ingin menantangku? Baiklah, aku terima tantanganmu! Tapi jangan menangis nanti setelah kalah.” Siput tetap tenang dan mengajak teman-temannya untuk berdiskusi. Mereka pun menyusun rencana cerdik untuk mengalahkan Kancil.
Keesokan harinya, perlombaan dimulai. Kancil langsung melesat ke depan, meninggalkan siput di garis start. Ia sangat yakin akan menang, sehingga sesekali ia berhenti untuk melihat ke belakang. Namun, setiap kali ia menoleh, ia selalu melihat siput ada di depannya!
“Bagaimana bisa?” pikir Kancil dengan heran. Ia tidak tahu bahwa para siput telah menyebar di sepanjang jalur perlombaan dan bergantian muncul, membuat seolah-olah siput selalu ada di depan.
Baca Juga : Legenda Tangkuban Perahu,Kisah Cinta dan Kutukan Sangkuriang
Kesombongan yang Membawa Kekalahan
Kancil semakin panik dan berlari semakin kencang. Namun, betapa terkejutnya ia saat mendekati garis akhir, seekor siput sudah menunggunya di sana! “Aku sudah sampai lebih dulu,” kata siput dengan tenang.
Kancil tidak percaya. Ia merasa telah ditipu, tetapi tidak bisa membuktikannya. Akhirnya, ia harus menerima kekalahannya. Dengan lesu, ia berjalan pergi, sementara para siput tersenyum penuh kemenangan.
Baca Juga : Dongeng Kancil dan Siput: Pelajaran Tentang Kesombongan
Hikmah yang Bisa Dipetik
Dari dongeng ini, kita belajar bahwa kesombongan bisa membawa kita pada kekalahan. Kancil yang terlalu percaya diri akhirnya harus menerima kenyataan bahwa kecerdikan dan kerja sama bisa mengalahkan kecepatan.
Setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing, dan tidak seharusnya kita meremehkan orang lain hanya karena perbedaan kemampuan. Jadi, sebelum merendahkan orang lain, ingatlah bahwa kecerdasan dan strategi bisa lebih berharga daripada sekadar kecepatan atau kekuatan.
Dongeng Kancil dan Siput adalah cerita penuh makna yang mengajarkan pentingnya kerendahan hati dan kecerdikan. Dengan membaca kisah ini, kita bisa belajar untuk lebih menghargai orang lain dan tidak mudah meremehkan. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak maupun orang dewasa!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ilmi Habibi Rahmatullah