• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Lintang Imaniar (jas biru), mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM) yang jadi salah satu koordinator aksi demo menolak Omnibus Law di Malang pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar/Tugu Jatim)

Lintang Imaniar (jas biru), mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM) yang jadi salah satu koordinator aksi demo menolak Omnibus Law di Malang pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar)

Cerita Koordinator Aksi Demo Omnibus Law Tahun 2020 di Malang yang Berakhir Ricuh

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Demo penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja dan Omnibus Law pada 8 Oktober 2020 lalu masih menyisakan pengalaman tersendiri bagi para peserta aksi saat itu. Bagaimana tidak, bisa dibilang aksi tersebut adalah salah satu aksi yang berakhir paling ricuh sepanjang demontrasi yang pernah dilakukan di depan gedung DPRD Kota Malang.

Begitupun yang dirasakan oleh Lintang Imaniar, mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM), yang mana saat itu adalah pengalaman pertamanya menjadi koordinator lapangan.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

“Yang paling mengesankan adalah pas demo Omnibus Law, karena saya baru jadi koordinator lapangan. Tapi situasi di lapangan sudah ricuh pas kita baru datang di Bundaran Tugu (Alun-alun Tugu Malang, red), dan mahasiswa yang saya bawa itu ada 130 orang, saya juga harus mengkondisikan mereka juga waktu itu,” ungkapnya saat diwawancarai Tugumalang.id, grup Tugu Jatim pada Selasa (10/8/2021).

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Lintang ini menceritakan jika pengalaman pertamanya turun ke jalan ada setahun sebelum kericuhan demo Omnibus Law di Malang.

Suasana demo Omnibus Law di Malang sebelum berubah menjadi ricuh pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar) tugu jatim
Suasana demo Omnibus Law di Malang sebelum berubah menjadi ricuh pada Oktober 2020 silam. (Foto: Dokumen/Lintang Imaniar)

“Pengalamanku ikut pergerakan itu tahun 2019 saat masih tergabung di BEM Fakultas MIPA, saat itu ikut aksi yang menolak RUU KUHP. Jadi, aku masih diajak kakak-kakak tingkat, jadi aku masih staf waktu itu. Sehingga waktu itu aku punya pengalaman untuk pertama kalinya melakukan pergerakan, terutama yang sampai tutun ke jalan,” bebernya.

“Selanjutnya aku ikut aksi di Rektorat UM, dan ini juga menambah pengalaman turun ke jalan,” sambungnya.

Baru pada tahun 2020 ia naik menjadi bagian dari BEM Universitas Negeri Malang (UM) dan langsung diamanahi menjadi koordinator lapangan aksi menolak Omnibus Law.

“Awalnya memang kebingungan harus ngapain, ternyata di situ saya dikasih ilmu juga oleh koordinator dan menteri. Sehingga punya gambaran untuk bagaimana menjadi koordinator aksi lapangan. Dan eksekusinya pada aksi Omnibus Law tanggal 8 Oktober 2020 lalu,” ungkapnya.

Pemuda asli Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ini menceritakan kronologi menurut versinya adalah ia dan oara mahasiswa UM berkumpul dahulu di Stadion Gajayana sekitar pukul 09.00 WIB, dan berangkat ke bundaran tugu sekitar jam 11.00 WIB dengan berjalan kaki.

“Sampai di tugu itu kalau gak salah jam setengah satu siang, dan jam satu siang itu udah ricuh,” ungkapnya.

Lintang menceritakan jika saat kericuhan ia beserta teman-temannya terpencar-pencar, sehingga ia kesulitan mencari anak-anak UM karena kondisi sidah chaos.

“Sehingga saya buat blok, jadi misalnya di gang masuk ke tugu itu sebagai blok 1, jadi anak-anak kumpul di situ. Dan blok 2 di perempatan masjid arah ke Pasar Hewan Splendit. Lalu blok tiga ada di perempatan BCA,” tandasnya.

Belum lagi, waktu itu anggotanya yang kepalanya sampai terkena peluru gas air mata.

“Jadi harus langsung dilarikan ke Puskesmas, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Terakhir, ia menceritakan jika itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan sepanjang hidupnya.

“Karena memang bikin deg-degan banget, karena juga berurusan dengan nyawa juga waktu itu. Alhamdulillah gak ada korban yang parah, hanya luka-luka kecil,” pungkas mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ini.

Tags: Cipta KerjademodemonstrasiKota MalangmahasiswaMalangOmnibus Lawunjuk rasaUU Cipta KerjaUU Omnibus Law
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Polres Malang Gelar Vaksinasi Merdeka Semeru untuk Difabel

Polres Malang Gelar Vaksinasi Merdeka Semeru untuk Difabel

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID