JEMBER, Tugujatim.id – Jember Baru Maju dan Sejahtera menjadi tagline yang digaungkan di Pemerintahan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto.
Saat momen serah terima jabatan dan penyampaian visi misi Bupati Jember yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan cara mencapai Jember yang baru, maju dan sejahtera tersebut.
“Kata ‘maju’ sangat sering kita ucapkan tapi tidak banyak mungkin yang kemudian membreakdown dalam indikator-indikator yang seperti apa,” ujar Khofifah pada Kamis (6/3/2025).
BACA JUGA: Apel Perdana Bupati Gus Fawait: Membangun Jember Tak Bisa Dilakukan Superman, tapi Superteam!
Menurutnya, untuk menjadi kabupaten yang maju, setidaknya mengacu pada indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) minimal 85, pertumbuhan ekonomi minimal 9, dan angka kemiskinan minimal 2 persen dari jumlah populasi.
“Itu harus menjadi target bersama, baik kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Oleh karena itu setiap program-program yang kita lakukan masing-masih harus bisa menghitung, kalau pertumbuhan ekonomi sekian maka tingkat pengangguran terbuka turun sekian, maka kemiskinan turun sekian,” terang Khofifah.
Selain itu, indikator-indikator tersebut harus dijadikan satu kesatuan untuk membuat kebijakan di setiap kabupaten/kota, khususnya dalam perencanaan strategis, baik melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang selanjutnya di diturunkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD).
BACA JUGA: Bupati Jember Gus Fawait Janji Efisiensi Tak Ganggu Program Pro Rakyat
Dirinya juga menyinggung visi pertama Bupati Jember yang memuat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Jember. Jika ditarik ke Asta Cita Presiden Prabowo Subianto visi tersebut termasuk pada point empat.
“Kualitas SDM harus harus dilihat dari pendidikan, kesehatan, dan sains teknologi dan seterusnya. Bagaimana kemudian mendorong kualitas SDM antara lain melalui mekanisme dalam quick win presiden dan wapres,” imbuh Khofifah.
Dimana, kerja cepat pertama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut setidaknya tidak terbatas pada pemenuhan gizi para pelajar, tetapi juga termasuk pada ibu hamil dan lansia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








