• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
AJI Bojonegoro

AJI Bojonegoro: Ilustrasi kekerasan terhadap jurnalis (Sumber foto dok.dewanpers.or.id)

Jurnalis Jadi Korban Kekerasan di Surabaya, AJI Bojonegoro Desak Polisi Taat Hukum

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Aliansi Jurnalis Independen Bojonegoro (AJI Bojonegoro)  mengecam keras tindakan intimidatif dan kekerasan fisik yang dialami jurnalis saat meliput aksi demo tolak revisi UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3/2025). Mereka mendesak aparat taat hukum dan bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Ketua AJI Bojonegoro, Muhammad Suaeb menegaskan, aksi intimidasi ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia menyoroti Pasal 4 ayat (3) UU Pers, yang dengan jelas menjamin kebebasan pers dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Tak hanya itu, Pasal 18 UU Pers juga menyebutkan bahwa siapa pun yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi kerja jurnalis dapat dikenai sanksi pidana dua tahun penjara atau denda maksimal Rp500 juta.

BACA JUGA: Setelah Teror Paket Kepala Babi, Kantor Tempo Dikirimi Bangkai Tikus Terpenggal

“Menghalangi kerja jurnalis adalah pelanggaran hukum yang serius. Kami menuntut kepolisian bertindak profesional dan menghormati kebebasan pers,” tegas Suaeb, Selasa (25/3/2025).

Kekerasan dialami dua orang jurnalis saat meliput aksi demo penolakan revisi Undang-Undang TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3/2025). Dua jurnalis yang menjadi korban adalah Wildan Pratama dari Suara Surabaya dan Rama Indra dari Beritajatim.com. Keduanya diduga mendapat perlakuan represif dari aparat kepolisian saat menjalankan tugas jurnalistik.

Berdasarkan informasi yang diterima AJI Bojonegoro, insiden pertama menimpa Wildan Pratama sekitar pukul 19.00 WIB. Ia masuk ke Gedung Negara Grahadi untuk memastikan jumlah demonstran yang ditangkap setelah aksi dibubarkan. Saat mendokumentasikan sekitar 25 pendemo yang duduk berjejer di belakang pos Satpam, seorang Polisi mendatanginya dan memerintahkan agar foto-foto itu dihapus hingga dari folder sampah.

Sementara itu, Rama Indra menghadapi tindakan lebih brutal. Sekitar pukul 18.28 WIB, ia merekam aksi beberapa polisi, baik berseragam maupun berpakaian sipil, yang menganiaya dua pendemo di Jalan Pemuda. Namun keberaniannya mendokumentasikan kekerasan itu berujung petaka. Setidaknya empat hingga lima polisi langsung mendekatinya. Tanpa banyak bicara menariknya ke samping, memukul kepala dan memaksanya menghapus video rekaman.

BACA JUGA: Kantor Tempo Dikirimi Kepala Babi yang Ditujukan untuk Cica

“Saya sudah mengatakan bahwa saya jurnalis Beritajatim.com, tetapi mereka tetap memaksa dan bahkan mengancam akan membanting HP saya,” ungkap Rama. Beruntung, sejumlah jurnalis lain dari Detik.com dan Kumparan.com datang membantu hingga aksi kekerasan itu akhirnya berhenti.

Melihat kejadian ini, AJI Bojonegoro menuntut Kapolrestabes Surabaya dan Kapolda Jawa Timur mengusut tuntas kasus ini serta menindak tegas oknum yang terlibat. AJI juga meminta seluruh pihak, termasuk aparat kepolisian, untuk menghormati kerja jurnalistik dan menjamin keamanan jurnalis saat bertugas. Tak hanya itu, Suaeb mendesak perusahaan media agar lebih proaktif dalam melindungi jurnalisnya, baik dari sisi hukum, ekonomi, maupun psikologis.

“Jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Jika mereka terus diintimidasi, maka kebebasan pers terancam,” tutup Suaeb.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: AJIAJI BojonegoroBojonegorokekerasan jurnalisKekerasan Media
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Gus Fawait

Alasan Gus Fawait Pimpin Tunas Muda Indonesia Raya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID