• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Candi Gentong warisan budaya.

Formasi susunan batu bata yang membentuk Candi Gentong Trowulan. (Foto: IG @prakoso.andung)

Candi Gentong, Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Candi Gentong jadi salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit yang terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi Gentong warisan budaya tentunya harus dijaga dan dilestarikan.

Sayangnya, candi ini belum seterkenal beberapa candi lain di kawasan yang sama, seperti Candi Brahu atau Candi Bajang Ratu. Padahal, Candi Gentong merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tidak kalah penting.

You might also like

Kampung Unik dan Kreatif Surabaya

Daftar Kampung Unik dan Kreatif Surabaya yang Penuh Cerita

04/06/2026 4:30 PM
Jatim Park 1.

Jatim Park 1 Masih Jadi Favorit Wisatawan, Wahana Ekstrem Dipadati Pengunjung saat Liburan

04/06/2026 9:37 AM

Baca Juga: Daya Tarik Candi Gentong, Keindahan Arsitektur Kuno

Sebagai bagian dari warisan budaya Kerajaan Majapahit, candi ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang penting sehingga upaya pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.​ Lalu bagaimana menjaga Candi Gentong warisan budaya ini?

Sejarah dan Latar Belakang

Melansir dari laman idsejarah, Candi Gentong diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, sekitar abad ke-14. Candi ini digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara Sraddha, yaitu ritual untuk mengenang leluhur dalam ajaran Hindu-Buddha. Hal ini menguatkan dugaan bahwa Majapahit tidak hanya berperan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, tetapi juga sebagai pusat keagamaan yang besar.

Candi ini kali pertama ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda, Verbeek, pada 1889. Kemudian, penelitian lebih lanjut dilakukan pada awal abad ke-20. Namun, baru pada tahun 1990-an penggalian dan pemugaran candi mulai dilakukan secara lebih serius oleh pemerintah Indonesia.

Keunikan Arsitektur

Dari segi arsitektur Candi Gentong memiliki bentuk yang cukup unik. Melansir dari laman kebudayaan.kemendikbud, candi ini berdenah bujur sangkar dengan ukuran sekitar 23,5 x 23,5 meter dan terdiri dari dua struktur utama, yaitu Candi Gentong I di bagian selatan dan Candi Gentong II di bagian utara.

Melansir dari laman murianews, Candi Gentong I terdiri dari tiga lapisan struktur persegi yang memusat. Struktur pertama berukuran 5,27 x 5,20 meter dengan tinggi 2,7 meter. Struktur kedua berukuran 11,40 x 11,40 meter, dan struktur ketiga atau terluar berukuran 23,5 x 23,5 meter dengan tinggi 2,3 meter. Pada sisi luar struktur ketiga terdapat bilik-bilik kecil yang disusun berderet sepanjang sisi timur. ​

Di sisi lain, melansir dari laman Majapahit Museum Daring, Candi Gentong II memiliki struktur utama berdenah persegi berukuran 7,10 x 7,10 meter. Kecuali pada sisi utara, Candi Gentong II dikelilingi oleh tujuh struktur kecil yang ditata mengitari candi sesuai arah mata angin. Luas keseluruhan Candi Gentong II adalah 18,5 x 18,5 meter.

Temuan Arkeologis yang Menarik

Selama proses ekskavasi, para arkeolog menemukan berbagai artefak yang semakin memperjelas bahwa candi ini memiliki kaitan erat dengan ajaran Buddha. Melansir dari laman murianews, beberapa temuan menarik di antaranya:

  • Stupika bertuliskan mantra Buddha – artefak kecil dari tanah liat berbentuk stupa yang dipahatkan inkripsi berisi mantra Buddha.
  • Dua buah Arca Buddha – sayangnya, banyak arca yang ditemukan dalam kondisi tanpa kepala.
  • Arang – temuan arang pada Candi Gentong dilakukan tes carbon dating di Laboratorium Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi di Bandung yang mana kemudian hasilnya menunjukkan pertanggalan mutlak 1470 ±100 AD, membuktikan bahwa semua peninggalan ini berasal dari kerajaan Majapahit.

Pentingnya Pelestarian Candi Gentong

Pelestarian Candi Gentong memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya dan sejarah bangsa. Sebagai bagian dari situs Kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Candi Gentong menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu yang perlu dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pelestarian candi ini, diharapkan nilai-nilai sejarah dan budaya dapat terus diwariskan dan dipahami oleh masyarakat luas.​

Baca Juga: Fakta Menarik Candi Gentong, Banyak yang Belum Tahu!

Selain itu, pelestarian candi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata budaya di Mojokerto. Dengan pengelolaan yang baik, Candi Gentong dapat menjadi daya tarik wisata yang edukatif dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan menjaga dan melestarikan Candi Gentong warisan budaya, kita tidak hanya mempertahankan warisan Majapahit, tetapi juga menunjukkan bahwa kita menghargai sejarah dan kebudayaan bangsa kita sendiri. Meskipun tidak seterkenal candi-candi lain di sekitarnya, Candi Gentong merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga. Jadi, jika Anda berkunjung ke situs Trowulan, jangan lupa mampir ke Candi Gentong dan melihat sendiri saksi bisu sejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Saddam Alvaro N.P/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniCandi Gentong di MojokertoDestinasi wisata Candi GentongKabupaten Mojokerto hari iniMojokertoSejarah Candi Gentong
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Kampung Unik dan Kreatif Surabaya

Daftar Kampung Unik dan Kreatif Surabaya yang Penuh Cerita

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 4:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Selain terkenal sebagai kota Besar, Surabaya juga punya banyak perkampungan yang mana beberapa diantaranya memiliki julukan dan...

Jatim Park 1.

Jatim Park 1 Masih Jadi Favorit Wisatawan, Wahana Ekstrem Dipadati Pengunjung saat Liburan

by Dwi Linda
04/06/2026 9:37 AM
0

BATU, Tugujatim.id – Antrean panjang terlihat memenuhi pintu masuk Jatim Park 1, Kota Batu, sejak long weekend tiba. Destinasi wisata...

Kereta Malang Surabaya Juni 2026

Jadwal Kereta Malang Surabaya Juni 2026, Banyak Tiket Mulai Diburu Penumpang

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 5:13 PM
0

Tugujatim.id – Kereta Malang Surabaya Juni 2026 mulai menjadi perhatian banyak calon penumpang setelah pemesanan tiket bulan Juni resmi dibuka....

Cafe di Kabupaten Malang.

Bukan Cuma di Batu, Deretan Cafe di Kabupaten Malang Ini Punya Pemandangan Bikin Betah Berlama-lama Quality Time

by Dwi Linda
03/06/2026 12:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ketika membahas tempat nongkrong di Malang, banyak orang biasanya langsung teringat deretan cafe yang berada di pusat...

Next Post
Rawan Kecelakaan

Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan Jelang Lebaran di Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID