• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Daya tarik Candi Gentong.

Keindahan Candi Gentong, jejak arsitektur kuno yang penuh pesona di Mojokerto. (Foto: Google Review/Muhammad L. Dedy)

Daya Tarik Candi Gentong, Keindahan Arsitektur Kuno

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jika kamu pecinta sejarah dan arsitektur kuno, Candi Gentong di Mojokerto adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Apa saja daya tarik Candi Gentong Mojokerto ini?

Sebagai salah satu peninggalan Majapahit akhir, candi ini memiliki keunikan arsitektur mandala stupa yang juga ditemukan di Nepal dan India. Meski kini yang tersisa hanya reruntuhan fondasi dan beberapa struktur batu, bentuk aslinya masih bisa dibayangkan dari sisa-sisa bangunan yang ada.

You might also like

Pasar Tradisional Unik Surabaya

5 Pasar Tradisional Unik Surabaya yang Masih Eksis di Tengah Gempuran Mal Modern

17/06/2026 2:30 PM
Kereta Surabaya-Malang tanpa transit

Daftar Kereta Surabaya-Malang tanpa Transit, Pilihan Favorit Penumpang Harian

17/06/2026 2:00 PM

Arsitektur Mandala Stupa, Warisan Majapahit yang Sarat Makna

Daya tarik Candi Gentong yang utama terletak pada desain mandala stupa, sebuah konsep arsitektur khas ajaran Buddha Mahayana. Mandala stupa melambangkan keseimbangan kosmos dan perjalanan spiritual menuju pencerahan (nirwana). Struktur melingkarnya bukan hanya estetis, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Candi Gentong terbagi menjadi dua bangunan utama, yaitu:

  • Candi Gentong I, berada di bagian selatan
  • Candi Gentong II, berada di bagian utara

Keduanya berada dalam satu garis sumbu yang sama, menunjukkan perencanaan arsitektur yang matang. Seperti banyak candi Buddha lainnya, Candi Gentong dahulu dikelilingi oleh stupika-stupika kecil yang berfungsi sebagai bagian dari ritual keagamaan. Namun, sayangnya stupika-stupika tersebut kini sudah tidak ditemukan, kemungkinan telah dipindahkan ke Museum Trowulan untuk pelestarian.

Seorang pengunjung dengan akun @John Dirk berbagi kesannya tentang tempat ini. Dia mengatakan, candi dikelilingi stupika kini tidak terlihat lagi.

Baca Juga: Candi Gentong dan Hubungannya dengan Majapahit

“Candi ini itu terdiri dari dua bangunan di sebelah utara & selatan berbentuk mandala stupa dan dikelilingi stupika-stupika. Namun, sayang sekali stupika-stupika ini sudah tidak ditemukan lagi, mungkin sudah dipindahkan ke Museum Trowulan,” tulisnya.

Testimoni ini semakin menguatkan bahwa Candi Gentong bukan hanya sekadar situs sejarah, tetapi juga bukti nyata pengaruh besar ajaran Buddha dalam peradaban Majapahit.

Asal-usul Nama “Gentong” dan Temuan Arkeologi

Nama Candi Gentong berasal dari bentuknya yang unik. Sebelum dilakukan ekskavasi, masyarakat sekitar melihat gundukan tanah besar dengan lubang di tengahnya yang menyerupai gentong raksasa. Selain itu, di sekitar area candi ditemukan banyak fragmen gentong batu yang semakin memperkuat asal-usul namanya.

Sejumlah temuan arkeologi di kawasan candi semakin mengungkap sejarahnya, di antaranya:

  • Dua fragmen arca Buddha yang menandakan bahwa candi ini dulu digunakan sebagai tempat peribadatan.
  • Kumpulan stupika yang kemungkinan menjadi bagian dari ritual keagamaan.
  • Sisa arang yang diteliti melalui carbon dating di Laboratorium Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi, Bandung. Hasilnya menunjukkan bahwa Candi Gentong berasal dari sekitar tahun 1470 ±100 Masehi, menguatkan bahwa bangunan ini merupakan peninggalan Majapahit akhir.

Keindahan Bata Merah Khas Majapahit

Meski kini hanya tersisa fondasi dan bebatuan, keindahan arsitektur Candi Gentong tetap terpancar. Bata merah khas Majapahit yang digunakan dalam penyusunannya memiliki pola konstruksi yang unik—bata-bata ini disusun tanpa semen, melainkan menggunakan teknik sambungan antar-batu yang presisi.

Baca Juga: Fakta Menarik Candi Gentong, Banyak yang Belum Tahu!

Pola ini memungkinkan struktur tetap kokoh selama berabad-abad, meskipun mengalami kerusakan akibat alam dan waktu. Saat terkena sinar matahari sore, warna bata merah yang kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar candi menciptakan pemandangan yang begitu estetis dan menenangkan.

Bagi pecinta fotografi arsitektur, Candi Gentong adalah tempat yang menarik untuk dieksplorasi. Perpaduan antara batuan kuno dan alam yang masih asri membuatnya tampak semakin eksotis.

Lokasi & Tips Berkunjung ke Candi Gentong

  • Lokasi: Desa Jambumente, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
  • Jam operasional: 07.00-17.00 WIB
  • Tiket masuk: Rp5.000-Rp10.000

Tips Wisata:

  • Datang pagi atau sore hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dan suasana yang lebih sejuk.
  • Gunakan pakaian dan sepatu nyaman karena medan di sekitar candi berupa tanah dan bebatuan.
  • Bawa kamera atau ponsel dengan lensa wide untuk mengabadikan keindahan arsitekturnya secara maksimal.

Candi Gentong, Warisan Majapahit yang Perlu Dijaga

Sebagai bagian dari kompleks Trowulan, Candi Gentong adalah bukti nyata kejayaan Majapahit yang masih bisa kita saksikan hari ini. Keunikan mandala stupa, bata merah khas, serta berbagai artefak bersejarah yang ditemukan di sekitarnya, menjadikannya sebagai salah satu situs penting dalam sejarah Nusantara.

Buat kamu yang ingin merasakan atmosfer kejayaan Majapahit sekaligus menikmati keindahan arsitektur kuno, Candi Gentong adalah destinasi yang wajib dikunjungi! Daya tarik Candi Gentong ini bisa masuk wishlist kamu untuk berwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Muhammad In’am Chairuzzidan Anwar/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Mojokerto hari iniCandi Gentong di Mojokertocandi gentong mojokertoDestinasi wisata Candi GentongMojokertoMojokerto hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Tradisional Unik Surabaya

5 Pasar Tradisional Unik Surabaya yang Masih Eksis di Tengah Gempuran Mal Modern

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan modern dan mall megah di Surabaya, keberadaan pasar tradisional ternyata masih mampu...

Kereta Surabaya-Malang tanpa transit

Daftar Kereta Surabaya-Malang tanpa Transit, Pilihan Favorit Penumpang Harian

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 2:00 PM
0

Tugujatim.id – Kereta Surabaya-Malang tanpa transit jadi solusi buat kamu yang ingin bepergian tanpa ribet pindah kereta di tengah perjalanan....

Taman Safari Prigen

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru 2026, Cocok buat Libur Sekolah

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:04 AM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – Musim libur sekolah selalu menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Jika sedang mencari...

Kereta Malang-Surabaya

Jadwal Kereta Malang-Surabaya Terbaru 2026, Harga Tiket dan Pilihan KA Favorit

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:00 PM
0

Tugujatim.id – Kereta Malang-Surabaya masih menjadi pilihan favorit banyak orang yang ingin bepergian dengan praktis tanpa harus menghadapi kemacetan di...

Next Post
Tim Logawa Manut.

Tim Logawa Manut Unej Juarai Balsa Bridge Competition 2025, Ini Tipsnya!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID