MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) mengagendakan kolaborasi dua program kerja sama dengan ISTIC (Institute Science Technology Inovation Center) pada Juli dan September 2025. ISTIC sendiri berada di bawah naungan UNESCO dengan Kantor Pusat di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. mengungkapkan bahwa kedekatan kerja sama Malaysia dan UM dimulai sejak penandatanganan LOA (Letter of Acceptance).
“Kedekatan aktivitas tersebut sepakat sejak tanda tangan LOA pada 11 Agustus 2024 di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus tanda tangan dengan kita (UM),” ungkapnya.
BACA JUGA: Universitas Negeri Malang dan De La Salle University Gelar Seminar Internasional ‘Agama Prakolonial di Indonesia dan Filipina’
Lebih lanjut, Markus menyebutkan bahwa akan ada dua program ISTIC di UM. Kegiatan ini akan berlangsung dua periode dengan skema yang berbeda pula. Dua kegiatan ISTIC kerjasama UM dan Malaysia.
- ISTIC pertemuan science Tecnology Inovation STI Policy, dihadiri oleh 25-30 peserta, masing-masing negara mengirimkan satu perwakilan pada September 2025.
“Sudah mulai persiapan mulai hari ini, kegiatan ini berbasis biaya sendiri-sendiri, jadi UM tidak mengover biaya apapun selain transportasi lokal saja,” lanjutnya.

- ISTIC pertemuan internasional di Kuala Lumpur pada Juli 2025, dilaksanakan antara tanggal 14-18 Juli di Kuala Lumpur, kantor pusat ISTIC. Kegiatan ini akan dihadiri 6 perwakilan negara.
“Hari berikutnya akan kita dibawa ke UM, UM juga akan memfasilitasi berupa bekerja sama dan entertain, levelnya setara kerja sama kementrian,” ungkapnya.
UM dipersilahkan mengusulkan topik yang dibahas pada ISTIC Juli maupun September. Topik sementara sepakat akan mengangkat tema STI (Science Technology Inovation) Policy.
Rencananya, September hanya akan dilaksanakan training, sedangkan Juli akan dilakukan board meeting yang hanya dihadiri oleh founder top managemennya saja,
BACA JUGA: Pertama! Universitas Negeri Malang Segera Siapkan 2 Program dan Kerja Sama Internasional Bareng YIM dan ISTIC
Pertama kali dilaksanakan di UM, ada 77 negara di UNESCO wilayah Afrika, Asia, ASEAN dan Amerika Latin bergabung.
“Sebenarnya, agenda ini akan sangat menguntungkan kita (UM), kalau bagus di program yang dijalankan, maka UM juga akan ikut baik di kancah internasional, bahkan ini sudah tahun ke-3,” ucapnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Sinta Ayudiya
Editor: Darmadi Sasongko








