MALANG, Tugujatim.id – Pusat Ekonomi Humaniora dan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (PEHP LPPM UM) berkolaborasi dengan Southeast Asian Research Center and Hub De La Salle University Manila menggelar sesi perdana International Colloquium Series 2025 bertajuk ‘Agama Prakolonial di Indonesia dan Filipina.
Forum ini menarik untuk diikuti para akademisi, peneliti dan mahasiswa dengan menghadirkan enam pembicara terkemuka yang memberikan wawasan mendalam tentang lanskap keagamaan kedua negara sebelum adanya pengaruh kolonial. Kolokium yang diadakan secara online ini bertujuan untuk mendorong dialog akademis dan memperkuat pemahaman tentang tradisi spiritual prakolonial di Asia Tenggara.
Dr. Deny Yudo Wahyudi membuka kolokium tersebut dengan diskusi menarik tentang konsep agama transformasional di Jawa, dengan fokus pada pengaruh Hinduisme dan Buddha, khususnya sosok Siwa-Buddha.
BACA JUGA: Pertama! Universitas Negeri Malang Segera Siapkan 2 Program dan Kerja Sama Internasional Bareng YIM dan ISTIC
Dr. Fernando A. Santiago, Jr. menyampaikan pidato yang membahas dimensi spiritual masyarakat Tagalog di Filipina, yang menyoroti bagaimana sistem kepercayaan adat membentuk budaya Filipina jauh sebelum penjajahan Barat.
FX Domini BB Hera kemudian memaparkan penelitiannya tentang ‘Rera-wulan Tana Ekan,’ sebuah eksplorasi mendetail tentang agama lokal Flores Timur, Indonesia, yang menyoroti peran kepercayaan dalam membentuk adat dan praktik lokal.
Kolokium dilanjutkan dengan presentasi mendalam Dr. Michael Charleston Chua tentang bagaimana budaya asli Filipina mengadopsi agama kolonial, menawarkan perspektif tentang perpaduan kepercayaan asli dengan kepercayaan impor.
Dr. Lars Ubaldo memberikan sudut pandang yang unik dengan membahas makna simbolis buaya dalam kesadaran beragama orang Filipina prakolonial, mengungkap hubungan spiritual hewan yang mendalam dalam mitos-mitos adat. Terakhir, Riwanto Tirtosudarmo merenungkan agama Jawa dengan fokus pada bagaimana praktik spiritual prakolonial masih memengaruhi budaya Jawa modern dan identitas keagamaan.
BACA JUGA: Jalin Kerja Sama di Tahun Kedua, UM dan UMS Siapkan Program Baru!
Acara ini secara resmi disambut oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, yang memuji kolokium tersebut sebagai kontribusi signifikan bagi studi akademis tentang sejarah dan budaya Asia Tenggara.
Dr. Ador R. Torneo, Dekan Liberal Arts College, juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara tersebut, dengan menekankan pentingnya kolaborasi akademis lintas budaya. Kolokium yang sukses ini menandai awal yang menarik bagi serangkaian acara akademis yang dirancang untuk memperdalam pemahaman regional dan memperkuat kemitraan akademis internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko







