MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Pendopo Graha Maja Tama, Jumat (27/03/2025).
Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan mulai DPRD Kabupaten Mojokerto, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat hingga pimpinan instansi vertikal dan BUMD ini diikuti oleh 250 peeserta musyawarah.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa menyampaikan bahwa peran atau partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah begitu penting. Selain itu, Bupati Al Barra juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk aktif mengajukan usulan program kepada Kementerian maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mendapatkan dukungan penuh baik dari APBN maupun APBD Provinsi.
BACA JUGA: 15.000 Lebih Rumah Tak Layak Huni di Mojokerto Bakal Direhabilitasi Melalui Skema CSR
“Melalui Musrenbang ini, kami ingin memastikan perencanaan pembangunan Kabupaten Mojokerto benar-benar melibatkan peran aktif masyarakat serta seluruh pemangku kebijakan. Oleh sebab itu, kami tekankan kepada perangkat daerah supaya proaktif dalam mengajukan usulan yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional maupu provinsi,” terang Bupati Al Barraa, Kamis (27/03/2025).
Masih dari sambutan, Bupati Al Barraa menerangkan bahwa terdapat lima isu strategis yang menjadi fokus pembangunan Kabupaten Mojokerto ke depan. Kelima isu tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama akses pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih merata; penuntasan kemiskinan, dengan sistem perlindungan sosial adaptif yang lebih terintegrasi; serta penguatan ekonomi dan infrastruktur melalui penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kewilayahan.
“Kemudian reformasi tata kelola pemerintahan dan layanan publik melalui optimalisasi dan digitalisasi pelayanan serta peningkatan kompetensi ASN; dan ketahanan lingkungan hidup dan mitigasi bencana, termasuk pencegahan pencemaran serta kesiapsiagaan terhadap perubahan iklim dan bencana alam,” sambung Bupati Al Barraa.
BACA JUGA: Pasar Murah Jelang Lebaran Jadi Opsi Pengendalian Inflasi di Mojokerto
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan bahwa musrenbang ini ingin merumuskan program dan kegiatan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan berbagai seperti perwakilan masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta dunia usaha.
“Hal ini penting untuk memastikan rencana pembangunan telah disusun dan benar-benar mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” tandasnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








