• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DPRD Surabaya

Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati (Layla Aini/Tugu Jatim)

DPRD Surabaya Ragukan Klaim Dinsos Kemiskinan Ekstrem Nol Persen

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Advertorial, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati meraguan atas klaim nol persen kemiskinan ekstrem oleh Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Surabaya. Menurutnya, masih banyak warga miskin luput dari bantuan karena data tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Kami masih menemukan anak putus sekolah, lansia tanpa bantuan makanan, dan warga yang hidup di bawah Rp25 ribu per hari,” ujar Ajeng Wira Wati yang juga Ketua Fraksi Gerindra itu.

You might also like

Gus Ning Jember 2026

Hadiri Grand Final Gus Ning Jember 2026, Gus Fawait Beri Pesan Tegas untuk Mahasiswa di Tengah Memanasnya Politik Nasional

14/06/2026 10:00 AM
Gus Ning Jember 2026

Grand Final Pemilihan Gus Ning Jember 2026, Gus Fawait Sebut Finalis sebagai Generasi Berprestasi

14/06/2026 9:45 AM

Ia pun mendorong agar musyawarah kelurahan kembali diaktifkan untuk menyaring data dari level terbawah masyarakat.

Nol Kemiskinan Ekstrem

Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial mengungkapkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Kota Pahlawan kini menyentuh 0 persen.

Kepala Dinas Sosial Surabaya, Anna Fajrihatin menyebutkan, pencapaian ini merupakan bagian dari target nasional menuju Indonesia bebas kemiskinan ekstrem. Namun, tidak menampik bahwa capaian tersebut sangat bergantung pada penyelarasan data pusat, bukan semata hasil survei mandiri di lapangan.

“Kalau sekarang nol. Tapi ini lebih karena data dari pusat yang sudah disinkronkan,” kata Anna, pada Minggu, (13/4/2025).

Data Masih Tumpang Tindih

Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah perbedaan database antar program kementerian, yang membuat verifikasi lapangan menjadi kompleks dan kadang tumpang tindih.

“Masalahnya ada di data. Pemerintah daerah berharap data dari pusat bisa sinkron. Tapi sekarang ini, program-program berbeda masih pakai database yang beda-beda,” ucap Anna.

Anna mengaku bahwa keberadaan Data Terpadu Semesta Nasional (DTSN) sangat diharapkan agar semua program sosial bisa mengacu pada satu data yang valid. Saat ini, program bantuan misalnya dari Kementerian Sosial, Kemenko PMK, hingga Bappenas, masih menggunakan basis data berbeda yakni melalui data Resosek.

BACA JUGA: DPRD Surabaya Soroti Penyegelan Stan Es Krim Beralkohol: Jangan Hanya Razia Tapi Juga Edukasi!

Ia menambahkan, verifikasi data kini dilakukan oleh pendamping Pekerja Kesejahteraan Sosial (PKA) yang digaji pusat, bukan oleh Pemkot.

“Kalau nanti DTSN (Data Terpadu Semesta Nasional) itu muncul dan jadi data tunggal, kita di daerah akan sangat terbantu. Karena saat ini, program bantuan A bisa pakai database yang berbeda dengan program B, dan seterusnya. Itu menyulitkan,” terang Anna.

Sementara itu, terkait indikator kemiskinan ekstrem, Anna membeberkan bahwa faktor-faktor seperti lantai tanah, listrik, dan fasilitas sanitasi memang dipertimbangkan, namun bukan satu-satunya penentu.

“Yang dinilai itu pengeluaran per bulan, sekitar Rp760 ribu per kapita. Bukan sekadar rumah berlantai tanah lalu dianggap miskin. Itu tidak bisa begitu. Orang miskin bukan hanya karena lantainya tanah atau dia nganggur. Semua indikator ada bobotnya. Jadi harus dilihat total skornya, bukan satu indikator saja,” pungkas Anna.

Statistik vs Realita

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya, selama dekade terakhir ini, kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Hal tersebut baik dilihat dari jumlah penduduk miskin maupun persentase penduduk miskin.

BACA JUGA: DPRD Surabaya Usulkan Langkah Strategis Tangani Pengemis Musiman

Diketahui, jumlah penduduk miskin pada tahun 2015 sebesar 165,72 ribu jiwa, berkurang sebesar 49,1 ribu jiwa menjadi 116,62 ribu jiwa pada tahun 2024. Sedangkan untuk persentase penduduk miskin di Kota Surabaya pada tahun 2015 sebesar 5,82 persen, berkurang sebesar 1,86 poin atau menjadi 3,96 persen pada tahun 2024.

“Kita ingin angka ini bukan sekadar pencapaian administratif, tapi benar-benar menjadi dasar kebijakan yang menyentuh warga. Karena kesejahteraan bukan soal statistik, tapi hidup yang layak,” pungkas Ajeng. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Layla Aini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita SurabayaDinas Sosial Kota SurabayaDPRD Kota SurabayaDPRD SurabayaKota SurabayaPemkot SurabayaSurabaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Gus Ning Jember 2026

Hadiri Grand Final Gus Ning Jember 2026, Gus Fawait Beri Pesan Tegas untuk Mahasiswa di Tengah Memanasnya Politik Nasional

by Mochamad Abdurrochim
14/06/2026 10:00 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Gus Ning Jember 2026 menjadi momentum bagi Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait untuk menyampaikan pesan...

Gus Ning Jember 2026

Grand Final Pemilihan Gus Ning Jember 2026, Gus Fawait Sebut Finalis sebagai Generasi Berprestasi

by Mochamad Abdurrochim
14/06/2026 9:45 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Malam Grand Final Pemilihan Gus Ning Jember 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Jember, Sabtu malam (13/06/2026). Ajang...

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Next Post
Longsor Cangar-Pacet

Akses Ditutup Sejak Longsor Cangar-Pacet, Khofifah: Keselamatan Jadi Prioritas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID