TUBAN, Tugujatim.id — Seorang remaja putri berusia 15 tahun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya membuka suara tentang penderitaan yang selama ini dia pendam. Dia mengaku menjadi korban kekerasan seksual dengan dicabuli ayah kandungnya sendiri.
Pria berinisial PH, 37, terduga pelaku pencabulan anak kandung hingga berkali-kali sejak 2024 hingga Maret 2025.
Kasus memilukan ini terungkap setelah korban kabur dari rumah dan menceritakan semuanya kepada sang nenek. Ibu korban, S, 32, yang telah bercerai dengan PH sejak setahun lalu, segera pulang dari tempat kerjanya di Surabaya setelah mendapat kabar mengejutkan tersebut.
Baca Juga: Tunggu Hasil Visum, Mahasiswi Diperkosa Mahasiswa UIN Malang saat Haid
“Anak saya kabur dalam keadaan ketakutan. Dia bilang sudah tidak kuat lagi menahan semuanya. Saya langsung menangis ketika dia cerita,” ungkap S saat ditemui pada Selasa (15/04/2025).
Menurut S, selama ini dia bekerja di Surabaya demi mencukupi kebutuhan hidup kedua anaknya. Setelah bercerai, anak-anak tinggal bersama PH di rumah yang bersebelahan dengan rumah nenek mereka dari pihak ibu. Korban, dia melanjutkan, sempat tidak bisa menghubungi karena ponselnya disita oleh sang ayah.
“Saya sempat tanya langsung dan dia membenarkan semuanya. Katanya, kalau berani cerita, dia diancam. Saya benar-benar hancur mendengarnya,” ucapnya.
Pelaku Kabur usai Dilaporkan
Laporan resmi atas dugaan tindak pencabulan tersebut disampaikan ke Polres Tuban pada Kamis, 6 Maret 2025. Namun, sekitar dua pekan setelah laporan dibuat, terduga pelaku diketahui melarikan diri dan hingga kini belum ditemukan.
Kepolisian pun membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual tersebut. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tuban Ipda Febri Bachtiar Irawan mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
“Kami sudah menerima laporan tersebut. Saat ini, kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melacak keberadaan terlapor dan mendampingi korban,” kata Febri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








