YOGYAKARTA, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dunia kuliner dan seni Yogyakarta. Hamzah Sulaiman, sosok di balik ikon Raminten yang dikenal luas melalui House of Raminten, meninggal dunia pada usia 75 tahun. Informasi wafatnya pria yang dikenal sebagai pengusaha, seniman, sekaligus tokoh kebudayaan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi @houseoframinten pada Kamis (24/04/2025).
“Selamat jalan Kanjeng.., Terima kasih banyak atas segalanya, engkau tidak hanya pemimpin bagi kami, tapi juga sebagai guru kami, panutan kami, dan seseorang yang telah berjasa bagi kami.. Semoga di sana bahagia ya kanjeng #raminten,” tulis akun @houseoframinten dalam unggahannya.
Diketahui, Hamzah Sulaiman bukan sekadar tokoh di balik sebuah restoran ikonik. Dia adalah generasi kedua keluarga Mirota, pemilik jaringan usaha ritel Mirota Batik yang lama mewarnai wajah bisnis dan budaya di Yogyakarta.
Sosoknya dikenal publik sebagai “Nyai Raminten”, karakter yang dia perankan sendiri dalam sebuah acara komedi situasi di stasiun televisi lokal Jogja TV.
Baca Juga: Mbok Yem Penjaga Warung Legendaris Gunung Lawu Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
Karakter Raminten digambarkan sebagai seorang wanita Jawa paro baya yang jenaka, gemar menari, dan melantunkan tembang sinden. Penampilan khasnya dengan sanggul besar, kacamata bulat, dan pakaian tradisional Jawa berhasil mencuri perhatian penonton.
Kesuksesan peran Raminten yang penuh dengan unsur humor, kearifan lokal dan budaya ini, justru menginspirasi Hamzah Sulaiman untuk mengembangkan brand Raminten lebih jauh.
Hingga dia memutuskan untuk membuka sebuah restoran bernama The House of Raminten pada 2008. Restoran yang mengusung konsep tradisional Jawa ini berlokasi di Jalan Faridan M. Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta.
Sejak dibuka, The House of Raminten langsung menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Alhasil, Raminten berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Dengan begitu, House of Raminten, bukan hanya tempat makan. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner dan budaya yang memadukan nilai-nilai Jawa, filosofi hidup, dan pertunjukan seni dalam satu ruang.
Sosok Hamzah sendiri dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan kesenian, dari pertunjukan tari, wayang, hingga pementasan teater. Keterlibatannya dalam dunia seni juga sebagai pelaku yang terjun langsung di panggung.
Ucapan Duka untuk Ikon Raminten
Kepergian Hamzah Sulaiman menyisakan duka mendalam, terutama bagi masyarakat Yogyakarta dan para pelaku seni budaya. Ucapan belasungkawa membanjiri kolom komentar akun @houseoframinten sejak pengumuman duka itu disampaikan.
“Selamat jalan Bapak, Saya bersaksi Bapak adalah seorang pengusaha dan budayawan yg sangat baik, Bapak satu-satunya pengusaha yang sangat peduli sepenuh hati pada kemajuan UMKM, Bapak sangat berjasa bagi kami sekeluarga, bapak selalu mendukung usaha kami, menjadi suporter nomor 1 saat awal Jogjavanesia lahir di 2008, bapak berikan plang penunjuk arah dari wates ke Sentolo, hingga dari jembatan bantar ke sentolo, dan memberikan plang sangat besaarr untuk toko kami Bapak maafkan saya, belum bisa menjadi yg bapak inginkan, tapi semangat bapak dan cita-cita bapak untuk kami, akan terus menyala dan akan terus kami usahakan sampai kapanpun. Al Fatihah untuk pak Hamzah, sugeng tindak Romo Suwargi langgeng kagem Romo,” tulis akun @jogjavanesia.
“Deep Condolance, dulu sering satu panggung main kethoprak sama Alm Bapak di TVRI,” imbuh akun @herykaizen_project.
“RIP Legend,” sambung akun @aditkecil
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








