TUBAN, Tugujatim.id – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengirim sinyal kuat menjelang Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025: Kabupaten Tuban tidak boleh hanya sibuk merayakan, tapi harus bersiap menyambut peluang besar.
Tahun 2026, diproyeksikan akan ada ledakan investasi dan kebutuhan 10 ribu hingga 20 ribu tenaga kerja. Dan yang dicari bukan sembarang pekerja. Tapi yang kompeten dan siap bersaing.
Baca Juga: Serikat Pekerja Komitmen Kawal Pembayaran THR Buruh di Tuban
“Sumber daya manusia harus disiapkan sejak sekarang. Kami tidak boleh hanya jadi penonton,” tegas Mas Lindra dalam dialog interaktif bersama pengusaha dan serikat pekerja di Kantor Bupati Tuban, Selasa (29/04/2025).
Bukan tanpa alasan pertemuan itu digelar. Mas Lindra menilai Hari Buruh adalah momentum penting untuk menyatukan arah antara pemerintah, buruh, dan pengusaha. Bukannya turun ke jalan, serikat pekerja justru diajak duduk bersama membicarakan hal konkret: kesejahteraan buruh, kondusivitas daerah, dan daya saing investasi.
Dialog yang berlangsung dalam suasana akrab itu dihadiri lengkap oleh jajaran forkopimda, sekda Tuban, pimpinan OPD, hingga perwakilan perusahaan.
Di forum itu, semua pihak diberi ruang menyampaikan aspirasi. Pemerintah mendengarkan, pekerja bicara, dan pengusaha pun menyampaikan kebutuhan industri ke depan.
Menurut Lindra, harmonisasi lintas sektor sangat penting untuk menjaga iklim investasi yang sehat. Tuban saat ini disebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan industri berskala nasional dan internasional.
“Tapi, kami perlu SDM lokal yang siap tempur. Kalau tidak, kesempatan itu akan direbut daerah lain,” ucapnya.
Lindra juga menegaskan, Pemkab Tuban terbuka terhadap kritik dan masukan. Setiap aspirasi dari pekerja dan pelaku usaha akan dijadikan pijakan dalam menyusun arah pembangunan.
“May Day di Tuban harus jadi perayaan yang menggembirakan, tapi juga produktif dan bermakna,” katanya.
Disnakerin Tuban: Pentingnya 3 Pilar Komunikasi
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban Rohman Ubaid menambahkan, forum seperti ini sangat penting untuk merawat komunikasi antara tiga pilar utama dunia kerja.
“Ketika buruh, pengusaha, dan pemerintah bersatu, maka kesejahteraan dan produktivitas akan berjalan beriringan,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari kalangan serikat pekerja. Ketua Cabang FSPMI Tuban Duraji menyampaikan rasa terima kasihnya atas keterbukaan dan perhatian pemkab. Menurut dia, keterlibatan aktif serikat pekerja dalam proses kebijakan menunjukkan bahwa buruh tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tapi juga subjek.
“Aspirasi kami didengar. Dan kami siap mendukung program pemerintah, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








