MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemkab Mojokerto menggeber program unggulan 100 hari. Hal ini terlihat dari penjelasan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025-2029 di Pendapa Graha Maja Tama, Jumat (02/05/2025).
Program unggulan Pemkab Mojokerto yang dimaksud meliputi Peduli Sehat, Peduli Guru dan Santri, Konter (Konsultasi Dokter Online), Bedah Rumah, hingga Peduli Bencana.
Baca Juga: Sasar 3 Lokasi, Pemkab Sidak Wisata Rawan Bencana di Mojokerto
Peduli Sehat merupakan program di mana dilakukan penyederhanaan program kepesertaan jaminan kesehatan untuk masyarakat yang belum terdaftar BPJS alias keaktifan langsung tanpa menunggu 14 hari. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keaktifan kepesertaan BPJS di Kabupaten Mojokerto yang sebelumnya didaftarkan sejumlah 165.885 jwa.
“Namun, peserta yang aktif dibayarkan oleh Pemkab Mojokerto saat ini sebanyak 75.564 jiwa, maka yang perlu diaktifkan kembali masih sebesar 89.661 jiwa atau 54,27%. Program ini juga untuk masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan dapat langsung dilakukan pendaftaran dan langsung aktif kepesertaannya. Selain itu, juga untuk mencapai keaktifan seluruh segmen di atas 80%,” terang Bupati Al Barraa, Jumat (02/05/2025).
Program selanjutnya yakni penyediaan tunjangan khusus bagi guru santri yang selama ini belum mendapatkan pengakuan dan dukungan finansial yang memadai dari pemerintah daerah.
“Kesejahteraan guru TPQ selama ini diberikan insentif hanya sebesar Rp500.000 per tahun. Untuk itu, kami tingkatkan menjadi Rp1.250.000 dan akan dilaunching dalam waktu dekat,” sambung Bupati Al Barraa.
Musrenbang Menuju Mojokerto yang Lebih Baik
Lalu, program bedah rumah dengan sasaran masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh dan menempati rumah tidak layak huni, termasuk rumah korban terdampak bencana.
“Seperti perbaikan rumah korban terdampak bencana di Mojoranu, Sooko, serta perbaikan rumah korban terdampak bencana di Sumolawang, Puri,” lanjut Bupati Al Barraa.
Lalu, program Peduli Bencana yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan Kabupaten Mojokerto dalam menghadapi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang kerap terjadi di beberapa kecamatan.
“Lalu kepedulian Pemkab Mojokerto kepada masyarakat di wilayah perbatasan seperti peletakan batu pertama pembangunan jembatan Talunbrak di Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong. Kami berharap dengan pembangunan jembatan ini masyarakat yang selama ini terisolasi akan bisa lebih berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat sekitar,” tutur Bupati Al Barraa.
Sementara itu, adanya musrenbang kali ini diharapkan menjadi sarana positif guna mencapai visi menuju Mojokerto yang maju, adil, dan makmur.
“Maka kami menggandeng seluruh pihak untuk bersama-sama, bahu-membahu membangun Kabupaten Mojokerto,” ujar Bupati Al Barraa. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








