TUBAN, Tugujatim.id – Manasik Haji Massal digelar menjadi simulasi terakhir sebelum Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Tuban sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ribuan CJH Kabupaten Tuban memadati Graha Sandiya, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Selasa (06/05/2025). Mereka menjalani Manasik Haji Massal tahap dua, sebagai persiapan akhir sebelum bertolak menuju Tanah Suci pada akhir Mei.
Manasik ini bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, ini adalah momen simulasi penting yang mencerminkan perjalanan puncak ibadah haji. Total 1.252 peserta dari kloter 68, 69, 70, dan 86 tampak khidmat mengikuti prosesi sejak subuh hari.
“Kita mulai dari jam lima pagi. Tepat pukul 05.45 sudah praktek massal. Ini simulasi sesuai jadwal ibadah di Tanah Suci,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, kloter 68 dijadwalkan berangkat pada 21 Mei pukul 07.00 WIB menuju embarkasi. Kloter 69 menyusul sore harinya pukul 18.00, sementara kloter 70 malam pukul 21.00 WIB. Satu kloter lainnya, yakni 86, merupakan gabungan jemaah dari Tuban dan Probolinggo, dengan 116 peserta asal Tuban.
Umi mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca ekstrem yang tengah melanda Arab Saudi. Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental menjelang keberangkatan.
“Cuaca di sana sangat panas. Jangan sampai dehidrasi. Jemaah yang masih dalam masa istitha’ah harus benar-benar menjaga kesehatan dan rutin konsultasi ke puskesmas atau dokter terdekat,” pesannya.
Di antara ribuan calon tamu Allah itu, terdapat dua sosok inspiratif. Suntoro Rustamaji (90), tercatat sebagai jemaah tertua dari Tuban tahun ini. Sementara yang termuda adalah Riko Jati Maulana, baru berusia 19 tahun.
Keduanya menjadi simbol semangat lintas generasi dalam menjawab panggilan suci menuju Baitullah.
Umi Kulsum menutup kegiatan dengan harapan agar seluruh jemaah asal Tuban dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, tanpa hambatan.
“Kami mohon doa seluruh masyarakat, semoga semua jemaah diberi kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan semua rukun dan wajib haji,” tuturnya.
Salah satu calon jemaah, Baqir Shodiq (49), tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku telah mendaftar sejak 13 tahun lalu dan akhirnya tahun ini mendapat giliran.
“Alhamdulillah, saya berangkat bersama istri. Sejak daftar, saya sudah niat kuat dan menabung sedikit demi sedikit. Bahkan saya tirakat,” ungkapnya. Baqir sehari-hari bekerja sebagai petani dan juga pendamping desa di wilayahnya.
Ia menyebut, perjalanan ini adalah upaya menyempurnakan rukun Islam kelima dan menjadi momen spiritual yang telah lama dinanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








