JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember bersama jajaran TNI-Polri resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 tahun 2025. Kegiatan TMMD di Jember ini melibatkan ratusan personel TNI-Polri sebagai langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Selasa (06/05/2025).
Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa TMMD di Jember merupakan bentuk konkret peran TNI dalam membangun Indonesia, khususnya Kabupaten Jember yang masih menghadapi tantangan kemiskinan.
Baca Juga: RPJMD 2025-2029, Gus Fawait: Tiga Fokus Utama Pembangunan di Jember
“TMMD di Jember ini adalah bentuk konkret dari peran semua pihak khususnya TNI untuk ikut serta membangun Republik Indonesia, membangun Kabupaten Jember. Kita tahu bahwa Jember punya masalah kemiskinan yang jumlahnya besar dan ini bentuk konkret dari semua jajaran, terutama TNI, untuk bagaimana membangun desa,” kata pria yang dipanggil Gus Fawait ini pada Selasa (06/05/2025).
Fokus Pembangunan Infrastruktur Pedesaan
Dalam program TMMD ke-124 ini, TNI bersama dengan Polri dan Pemkab Jember akan fokus pada pembangunan berbagai infrastruktur vital di pedesaan, meliputi, perbaikan jalan desa, inovasi rumah tidak layak huni, pembangunan jogging track hingga fasilitas umum lainnya yang menunjang kesejahteraan masyarakat.

Bupati Fawait menekankan bahwa masalah kemiskinan di Jember paling banyak masih terkonsentrasi di wilayah pedesaan sehingga diperlukan upaya bersama untuk mengatasinya.
“Kita tahu desa hari ini angka kemiskinan paling banyak masih ada di pedesaan. Maka kami sangat antusias, Polri juga antusias, TNI apalagi, kami pemerintah kabupaten sangat antusias untuk bagaimana TMMD ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target bermanfaat untuk pembangunan khususnya di pedesaan-pedesaan,” ujarnya.
Kolaborasi Multi-Sektor Entaskan Kemiskinan
Bupati Jember menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dalam acara pembukaan TMMD ke-124, hadir pula kasrem, dandim, kapolres, dan seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember.
“Membangun atau mengurai kemiskinan di Kabupaten Jember tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja tapi harus kolaborasi,” tegasnya.
Baca Juga: Pasca Skandal Kredit Fiktif, GP Ansor Kencong Jember Tinjau Ulang Dana APBD di Bank Jatim
Sebagai bukti komitmen pada pendekatan kolaboratif, dalam pembukaan TMMD juga diperkenalkan keterlibatan sektor pariwisata, termasuk Jember Fashion Carnaval (JFC) sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
“Saya selalu sampaikan UPD (Unit Perangkat Daerah) jangan cuma UPD pariwisata ke barat, UPD yang lain ke timur, ah enggak akan ketemu. Maka tadi dihadirkan JFC bahwa pariwisata juga menjadi instrumen untuk mengurai kemiskinan dan itu bisa dikolaborasikan dengan banyak hal termasuk hari ini dikolaborasikan dengan TMMD,” jelasnya.
TNI-Polri Garda Terdepan Pengentasan Kemiskinan
Program TMMD ke-124 menempatkan TNI dan Polri sebagai garda terdepan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. Ratusan personel telah dikerahkan untuk membantu pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
“TNI ikut serta ada di garda terdepan bersama Polri juga untuk ikut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember,” ungkap Bupati Fawait.
Kegiatan TMMD ke-124 ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Jember. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








