JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember melakukan inovasi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan pemasaran produk lokal. Karena itu, pihaknya mewujudkan lewat ekosistem atau pemasaran digital.
Fokus utamanya adalah pengembangan jaringan pasar berbasis digital yang telah mencapai 17 titik operasional di berbagai kawasan Jember.
Baca Juga: Marak PHK Massal, Perusahaan di Jember Justru Buka Loker Baru
“Program kelompok pemasaran digital menjadi strategi kami untuk membuka peluang kerja sekaligus memperluas jangkauan produk lokal. Setiap kelompok terdiri dari lima anggota yang bersama-sama membangun ekosistem pasar komunitas berbasis teknologi,” ungkap Kepala Disnaker Jember Suprihandoko pada Selasa (06/05/2025).
Berdasarkan perhitungan disnaker, setiap pusat pasar digital memiliki kapasitas menyerap 100-200 tenaga kerja. Dengan 17 pasar digital yang telah beroperasi, potensi penyerapan tenaga kerja diproyeksikan mencapai 1.700 hingga 3.400 orang.
Sistem Pemasaran Digital Sederhana dan Inklusif
Sistem yang diterapkan cukup sederhana dan inklusif. Warga yang memiliki kendaraan dan perangkat komunikasi dapat berpartisipasi sebagai kurir atau distributor produk.
“Prinsipnya sangat praktis, mereka hanya perlu siaga melalui aplikasi WhatsApp. Ketika ada pemesanan, mereka segera mengantarkan produk kepada konsumen. Pendekatan ini efektif mengatasi masalah distribusi sekaligus menciptakan peluang ekonomi,” jelas Suprihandoko.

Inisiatif ini tidak hanya menyasar sektor ketenagakerjaan informal, tetapi juga dirancang untuk mendukung pelaku UMKM yang menghadapi kendala pemasaran. Disnaker telah menjalin kemitraan strategis dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk mengintegrasikan produk UMKM ke dalam jaringan pasar digital.
Baca Juga: Buka TMMD di Jember: Ratusan Personel TNI-Polri Bangun Desa Entaskan Kemiskinan
“Produk-produk UMKM yang kesulitan menembus pasar konvensional dapat difasilitasi melalui platform digital ini. Sistemnya berbasis bagi hasil, misalnya untuk setiap paket produk yang terjual, agen mendapatkan insentif Rp100 atau Rp200, dengan mekanisme teknis yang dapat terus dikembangkan,” paparnya.
Langkah strategis ini merupakan implementasi dari visi Pemerintah Kabupaten Jember yang memprioritaskan pendekatan kolaboratif antar sektor.
“Era saat ini menuntut kerja sama tim yang solid, bukan keunggulan individual,” tutup Suprihandoko. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








