MAGETAN, Tugujatim.id — Pupuk Kaltim menggelar panen raya Program PKT BISA (Pertanian Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera) yang berhasil mendongkrak produktivitas jagung. Hasil ini diperoleh di Dusun Babadan, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengatakan, Program PKT BISA bertujuan meningkatkan produktivitas petani melalui ekosistem pertanian yang lengkap dan berkelanjutan. Dia mengatakan, panen ini adalah periode panen kedua dari kemampuan empat kali panen dalam 1 tahunnya.
Melalui pendampingan PKT BISA, dia mengatakan, kelompok Babadan Makmur turut berhasil meningkatkan intensitas tanam padi dari tiga kali menjadi empat kali dalam satu tahun.
Petani diberikan berbagai kemudahan akses dari hulu hingga hilir. Meliputi permodalan, bibit unggul, pupuk berkualitas, asuransi pertanian, hingga kepastian off taker untuk menyerap hasil panen.
“Lewat program ini, kami hadir bukan hanya memberikan pupuk, tapi juga kemudahan pinjaman modal, asuransi jika terjadi gagal panen, dan pendampingan berkelanjutan. Ini bentuk komitmen kami membangun ketahanan pangan sesuai dengan arah kebijakan Presiden dalam mencapai swasembada pangan,” ujarnya.

Adapun, capaian total produksi mencapai 70 ton padi pada lahan seluas 10 hektare, 5 ton kacang pada lahan 1,1 hektare, dan 81 ton jagung pada lahan 8 hektare.
Menurut dia, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat sinergi antar stakeholder. Soesilo mengatakan, Pupuk Kaltim membangun ekosistem pertanian dalam Program Agrosolution. Namun, ternyata ekosistem ini belum cukup untuk mendukung pertanian di Dusun Babadan.
“Karena produktivitas pertaniannya cukup tinggi. Ada yang produktivitas jagung petani meningkat signifikan dari rata-rata 1,3 ton per hektare, menjadi 2,3 ton per hektare bahkan 2,5 ton per hektare. Karena itu, PKT BISA ini kemudian berjalan,” tuturnya.
Soesilo juga mendorong kerja sama dengan Koperasi Merah Putih yang sedang direncanakan oleh pemerintah sehingga dapat menjadi embrio dalam pengembangan desa utamanya di sektor pertanian. Soesilo optimis, jika kolaborasi ini terus berjalan, petani di Magetan bisa menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia.
“Kami siap bekerja sama dan berkolaborasi. Harapannya, desa ini bisa menjadi percontohan pertanian terpadu nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Sekda Magetan Winarto mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan Program PKT BISA yang diinisiasi Pupuk Kaltim di wilayahnya.
“Program PKT Bisa ini luar biasa. Kami berharap program ini tidak hanya dinikmati petani di Babadan saja, tapi juga menjangkau kelompok tani lainnya di Magetan,” ujar Winarto.
Dia juga menyampaikan harapan agar Pupuk Kaltim bisa membantu memperbaiki kondisi tanah di Magetan yang memiliki kadar pH tinggi.
“Mohon dibantu, Pak Dirut. Banyak lahan kami perlu perbaikan agar produktivitas makin meningkat,” pintanya.
Petani Optimal Hasilkan Produk Pertanian Berkualitas
Sementara itu, Bambang Hendro Kusworo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang selama ini telah membina dan memberdayakan para petani dalam peningkatan produktivitas pertanian. Melalui program PKT BISA, aktivitas petani semakin optimal dalam menghasilkan produk pertanian berkualitas dan bernilai tambah.
“Program PKT BISA ini memang telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi kami. Dengan adanya program ini, kami diberi kesadaran bahwa cara bertani yang baik dan benar adalah kunci utamanya di olah lahan dengan menggunakan organik kompos. Karena selama ini posisi tanah di Babadan itu sudah sangat sakit karena terlalu banyak menumpuk bahan kimia,” ungkapnya.
Bambang juga menjelaskan bagaimana program ini telah menciptakan integrasi yang bagus di antara kelompok-kelompok yang ada di Babadan.
“Kami punya 5-6 kelompok, yakni pertanian, peternakan, perikanan, kompos, dan UMKM. Ini terjadi sinergisasi dari semua komponen. Dari hasil pertanian berupa jagung akan dipakai oleh kelompok peternakan untuk bahan-bahan ternak. Untuk limbahnya, seperti klobot jagung, diolah menjadi silase,” jelasnya.
Dia mengatakan, produk UMKM dari Babadan Makmur bahkan sudah menembus pasar internasional.
“Produk kita seperti stik lele dan kerupuk lele sudah sampai ke Kalimantan, Taiwan, dan Arab Saudi melalui teman-teman TKW,” tambahnya.
Dengan dukungan menyeluruh dari sektor BUMN seperti Pupuk Kaltim, harapan menuju pertanian yang maju dan sejahtera di Magetan kini semakin nyata. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Riyanto (Kontributor)
Editor: Dwi Lindawati






