MALANG, Tugujatim.id – Klinik TBC RO Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang mengembangkan inovasi Satu Pintu Tuntaskan Tuberkulosis (SAPINTAS TB). Inovasi SAPINTAS TB tersebut sebagai terobosan layanan berbasis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Program SAPINTAS TB bagian dari upaya menjawab kompleksitas pelayanan bagi penderita Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO). Layanan ini lahir dari kebutuhan mendesak akan sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tepat, dan efisien. Tetapi juga menjawab tantangan putus pengobatan, keterlambatan diagnosis, hingga fragmentasi pelayanan yang selama ini terjadi di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Langgar HAM, DPRD Surabaya Kritik Rencana Pemkot Nonaktifkan NIK Pasien TBC Bandel
“Hadirnya program SAPINTAS TB oleh Klinik TBC RO RSSA berdasarkan permasalahan pasien penderita TBC RO kerap kali menghadapi hambatan geografis, budaya, hingga stigma masyarakat,” tutur Katim Klinik TBC RO RSSA Didik Nur Wahyudi SKep dalam keterangan resmi yang diterima Tugujatim.id, Sabtu (31/05/2025).
Mempermudah Pasien dalam Mendapatkan Layanan Kesehatan
Proses pengobatan yang panjang hingga 24 bulan, efek samping obat yang kompleks, dan kebutuhan berbagai pemeriksaan baseline dari dokter multidisiplin, menyebabkan banyak pasien tidak menyelesaikan pengobatan. Inilah yang menjadi titik tolak pengembangan sistem pelayanan satu pintu yang terintegrasi.
“Melalui pendekatan kolaboratif lintas unit, program SAPINTAS TB berhasil menyatukan seluruh elemen layanan yang dibutuhkan dalam satu lokasi, yakni Klinik TBC RO, Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu (IPIT),” jelas Didik.

Layanan tersebut sangat memudahkan pasien karena semua layanan, mulai dari pendaftaran, anamnese, pemeriksaan fisik, konsultasi dokter spesialis, subspesialis, tindakan medis, dan pengambilan spesimen laboratorium serta mikrobiologi.
Kemudian radiologi, konseling gizi, pelayanan farmasi, edukasi, pelaporan SITB, hingga pemantauan kepatuhan pasien. Pelayanan kepada pasien, kini dilakukan dalam satu hari dan satu tempat.
Pasien kini tidak perlu lagi berpindah-pindah ruangan atau datang berkali-kali sehingga kenyamanan, efisiensi waktu, dan tentunya kualitas layanan meningkat secara signifikan.
Menekankan Pendekatan Holistik
SAPINTAS TB tidak hanya menjawab kebutuhan layanan teknis, tetapi juga membangun pendekatan holistik. Pasien diberikan pendampingan psikososial oleh mantan penderita dilakukan edukasi intensif dan diberikan motivasi secara sistematis.

Semua ini merupakan upaya menyeluruh untuk memastikan keberhasilan terapi dan mengurangi penularan TBC RO di masyarakat. Inovasi SAPINTAS TB membuktikan bahwa dengan sistemisasi layanan dan kolaborasi yang solid, kendala layanan TBC RO yang kompleks bisa diurai.
Lebih jauh, SAPINTAS TB telah menjadi model nasional pertama dalam pelayanan satu pintu TBC kebal obat dan berpotensi direplikasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan lain dalam mendukung eliminasi TBC 2030. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Dwi Lindawati








