• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Situs Petirtaan Ngawonggo.

Dapur kayu sebagai tempat memasak suguhan di Situs Petirtaan Ngawonggo. (Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

Wisata Situs Petirtaan Ngawonggo, Cagar Budaya Unik Peninggalan Mpu Sendok Suguhi Kuliner Tradisional

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Advertorial, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kamu mau mengeksplorasi hidden gem di Kabupaten Malang, Jawa Timur? Jangan sampai ketinggalan dengan cagar budaya tersembunyi, namanya Situs Petirtaan Ngawonggo. Seperti apa wisata sejarah ini?

Ya, Kabupaten Malang memang memiliki puluhan bahkan ratusan wisata alam yang tersembunyi dan belum banyak dieksplor wisatawan. Salah satu hidden gem di Kabupaten Malang yang sangat cocok bagi pengunjung yang ingin berwisata alam sekaligus melihat langsung peninggalan kerajaan terdahulu bisa mengunjungi Situs Petirtaan Ngawonggo.

You might also like

MBG Bangsalsari.

Pemkab Jember Pastikan Korban Dugaan Keracunan MBG Bangsalsari Dapat Perawatan Gratis

17/07/2026 12:39 PM
JFC 2026.

JFC 2026 Usung Tema HEAL, Siap Promosikan Jember ke Panggung Dunia

17/07/2026 11:36 AM

Baca Juga: Makin Cantik! New Wisata Wendit by Nicole’s Tetap Pertahankan Konsep Budaya dan Edukasi

Lokasi Wisata Sejarah

Berlokasi di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, konon situs ini disebut sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Situs tersebut juga salah satu situs tertua di Malang.

Pengelola Wisata dan Juru Pemeliharaan Muhammad Yasin mengatakan, Situs Petirtaan Ngawonggo ini fokus pada pelestarian alam dan cagar budaya yang berada di lokasi sumber mata air.

Situs Petirtaan Ngawonggo Malang.
Lokasi kolam mata air suci di Situs Ngawonggo Malang.(Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

“Ya, kami menjaga cagar budaya di petirtaan ini. Kalau untuk wilayah wisata ini ya lahan milik seseorang yang dikelola sekelompok orang,” ujar Yasin.

Situs Petirtaan Ngawonggo diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno atau biasa dikenal Medang Kamulan yang dipimpin oleh Mpu Sindok. Berdasarkan sumber sejarah yang beredar di Prasasti Wurandungan atau Prasasti Kanuruhan bertuliskan tahun 943 Masehi, di mana dikenal dengan tempat suci Kaswangga.

“Biasanya orang sini nyebutnya Reca soalnya banyak arca di lokasi sumber mata air, tapi kalau perempuan yang haid tidak boleh ke sana risikonya tinggi. Kalau melanggar bisa sawanen (tidak enak badan secara tiba-tiba),” ujarnya.

Kuliner Situs Ngawonggo.
Wujud Reca yang menjadi cagar budaya di Situs Ngawonggo. (Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

Situs ditemukan pada April 2017 dan diresmikan untuk zonasi dan ekskavasi cagar budaya pada Mei 2017 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Kegiatan ekskavasi itu dibagi menjadi empat klaster pada Situs Ngawonggo. Klaster pertama 1A ialah relief perwujudan dewa-dewi, ada 7 relief dengan 9 panel. Lalu 1B pada kolam dan ukiran relief meander.

Klaster kedua, 2A dan 2B berada di dua kolam berjajar relief pusat bumi dan meander. Klaster ketiga pada tebing dengan relief meander. Klaster keempat merupakan relief menggambarkan makhluk Gana (penyangga alam semesta).

Situs Petirtaan Ngawonggo terbaru 2025.
Sambutan untuk wisatawan di Situs Petirtaan Ngawonggo. (Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

Kini bukan sebagai salah satu sejarah cagar budaya yang perlu dilestarikan, dia mengatakan, tetapi sudah dikelola dan dijadikan sebuah wisata alam dengan aneka kuliner tempo dulu di Tomboan Ngawonggo.

“Kalau untuk kuliner, di sini namanya suguhan jadi dayoh (tamu/wisatawan) yang berkunjung akan disediakan kuliner, baik camilan tradisional, aneka wedangan, dan nasi semua disuguhkan. Kalau untuk biaya, nanti ada kotak asih namanya, bebas kasih berapa saja,” jelasnya.

Yasin menjelaskan, Situs Petirtaan Ngawonggo dan Tomboan Ngawonggo dikelola dengan prinsip asah, asih, dan asuh. Hal ini menjadi utama sebagai bahan edukasi di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Situs Ngawonggo Malang.
Zona inti Situs Ngawonggo, Lingga Yoni yang melambangkan maskulin dan feminim. (Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

“Tiket masuk juga nggak ada ya, parkir juga sudah disediakan. Semuanya bebas berkunjung asalkan janjian dulu. Kalau nggak janjian, ya nggak ada suguhan. Kan yang masak ya sesuai kalau ada janjian saja,” lanjutnya.

Wisata sejarah ini pun telah dibuka untuk masyarakat umum sejak 2020 silam. Sudah banyak sekali wisatawan yang mengenal Situs Ngawonggo, bahkan kolam suci mata air juga digadang-gadang bisa digunakan untuk ritual.

“Ya kalau mau mandi semedi atau ritual bisa di mata air di sana, yang penting janjian aja,” tuturnya.

Fasilitas

Fasilitas di Situs Ngawonggo terbilang cukup memadai bagi wisatawan. Sebab, banyak sekali yang bisa dinikmati. Di antaranya dapur kayu, tempat makan dengan suguhan makanan-minuman hingga jajanan, musala, kamar mandi, tempat bersantai gazebo dan gubuk, dan area parkir roda empat juga roda dua.

Cara Reservasi dan Jam Operasional

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung dan mencoba kuliner khas di Situs Ngawonggo, tentu wajib reservasi terlebih dahulu sebelum berkunjung. Tujuannya sebagai konfirmasi bahwa akan ada tamu yang berkunjung.

Selain itu, karena tempat yang terbatas juga memastikan suguhan atau jamuan mencukupi bagi wisatawan. Sebab, dia mengatakan, jamuan atau suguhan hanya disediakan apabila melakukan janjian atau reservasi saja.

Cara reservasinya cukup mudah yaitu melalui pesan instagram (DM) resmi Situs Petirtaan Ngawonggo yang dapat diketahui melalui internet. Untuk jam operasionalnya dibuka mulai pukul 09.00-16.00 WIB, kecuali hari Kamis tutup.

Baca Juga: “Splash Color Party” Sambut Liburan Seru di Hawai Waterpark Malang, Selalu Ada yang Baru!

Khas Situs Ngawonggo

Selain sebagai cagar budaya yang selalu menjadi titik utama, Situs Ngawonggo juga disebut unik karena semua cara memasak suguhan untuk tamu dilakukan secara tradisional.

Cara tradisional yang dimaksud ialah dengan menggunakan tungku kuno yang terbuat dari batu bata yang disusun. Selain itu, juga menggunakan bahan bakar berupa kayu bakar yang diambil di sekitar wisata.

Situs Petirtaan Ngawonggo terbaru.
Pengelola Wisata dan Juru Pemeliharaan Muhammad Yasin saat membuat suguhan wedangan. (Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

Uniknya, satu suguhan yang sangat menarik perhatian membawa wisatawan bernostalgia dengan nuansa di pedesaan ialah kue apem yang dibungkus daun nangka dibentuk kerucut. Kuliner ini sudah sangat jarang ditemui dengan model kue apem seperti ini jika bukan orang Jawa terdahulu yang sering menerapkannya saat acara selamatan.

Situs Petirtaan Ngawonggo 2025.
Salah satu suguhan tradisional bagi wisatawan. (Foto: Sinta Ayudiya/Tugu Jatim)

Selain itu, wedangan yang disuguhkan bukan hanya air putih saja. Wisatawan bisa menikmati wedang tradisional dari rempah langsung diproses menggunakan tumbuk tradisional dan diseduh dengan air panas yang dimasak menggunakan tungku. Salah satu jenis wedang yang menarik ialah Wedang Tomboan Abang.

“Ini namanya Wedang Tomboan Abang yang berkhasiat menghilangkan pegal-pegal, capek, dan linu. Ini dari kayu secang, jinten, kayu manis, serai, kapulaga, bunga lawang, dan jahe,” ucapnya.

Sementara ulasan lengkap tentang wisata Kabupaten Malang lainnya bisa Anda lihat di situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Malang di https://matic.malangkab.go.id. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Sinta Ayudiya

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniKuliner di Situs Ngawonggo MalangMalangRekomendasi wisata alam di MalangSitus di MalangSitus Ngawonggo MalangWisata hidden gem Situs Ngawonggo
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

MBG Bangsalsari.

Pemkab Jember Pastikan Korban Dugaan Keracunan MBG Bangsalsari Dapat Perawatan Gratis

by Dwi Linda
17/07/2026 12:39 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh korban dugaan keracunan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan penanganan medis...

JFC 2026.

JFC 2026 Usung Tema HEAL, Siap Promosikan Jember ke Panggung Dunia

by Dwi Linda
17/07/2026 11:36 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 resmi meluncurkan tema HEAL (Humanity, Earth, and Life). Tema itu dipaparkan melalui...

MBG Bangsalsari.

Satgas Temukan Dugaan Pelanggaran Prosedur Distribusi MBG Bangsalsari, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

by Dwi Linda
17/07/2026 10:00 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) menghentikan sementara operasional SPPG Karangsono, Kecamatan...

Candi Penataran Blitar.

Candi Penataran Blitar, Mahakarya Majapahit yang Masih Menyimpan Misteri

by Dwi Linda
17/07/2026 9:45 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Candi Penataran Blitar merupakan situs bersejarah penting di Jawa Timur. Kompleks ini menjadi peninggalan besar dari masa...

Next Post
Moto Semar

Presiden Prabowo Subianto Beli Moto Semar, Sapi Kurban dari Peternak Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID