JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember terpilih menjadi salah satu dari 100 lokasi perdana penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Indonesia tahun 2025. Program inovatif yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto ini akan memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah menyatakan gedung yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember layak untuk menjadi rintisan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini.
“Kementerian PU telah menyatakan Kabupaten Jember layak untuk menjadi rintisan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Proses pembelajaran akan dimulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” tegas Mensos yang akrab disapa Gus Ipul pada Sabtu (31/5/2025).
Target 150 Siswa dengan 6 Rombongan Belajar
Program Sekolah Rakyat di Jember direncanakan akan menampung sekitar 150 siswa yang terbagi dalam 6 rombongan belajar. Nantinya, setiap jenjang pendidikan akan terdiri dari dua rombongan belajar (rombel), mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Menurutnya, hingga saat ini, proses renovasi gedung sedang berlangsung untuk 65 unit, sementara 35 unit lainnya masih dalam tahap penghitungan renovasi. Ia optimis seluruh persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini dapat selesai sesuai dengan target.
“Yang sudah pasti dalam proses renovasi adalah 65 unit. Sisanya sedang dalam proses penghitungan. Mudah-mudahan akhir Juni sudah bisa dimulai proses belajar mengajar,” jelasnya.
Rekrutmen Transparan Tanpa KKN
Berbeda dengan pola rekrutmen konvensional, Sekolah Rakyat menerapkan sistem seleksi yang ketat dan transparan. Seluruh calon siswa harus berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil 1 atau desil 2 (termiskin).
“Setiap anak yang diusulkan akan diakses terlebih dahulu. Kami akan melihat kondisi rumah dan orang tuanya, serta komponen-komponen lainnya. Ini harus betul-betul transparan dan jauh dari pola KKN atau titipan,” tegas Gus Ipul.
Proses rekrutmen siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik lainnya ditargetkan selesai pada bulan Juni mendatang. Tim sosialisasi melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dinas Sosial, pendamping PKH dari Kementerian Sosial, dan BPS.
Program Holistik
Menarikan, Sekolah Rakyat tidak terbatas pada pendidikan anak, melainkan pemberdayaan terhadap kedua orang tua penerima. Keluarga penerima manfaat akan mendapat bantuan perbaikan rumah, terutama fasilitas sanitasi.
BACA JUGA: Terang di Usia Senja! Ribuan Lansia Jember Jalani Operasi Katarak Gratis
“Nanti anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya insyaallah dibantu supaya lebih layak. Terutama kami konsentrasi pada toiletnya karena itu menjadi perhatian khusus Bapak Presiden terkait sanitasi,” ungkap Mensos.
Antusiasme Tinggi di Daerah Lain
Gus Ipul mengungkap pengalaman berkunjung di berbagai daerah, terkait keberadaan Sekolah Rakyat yang disambut antusias warga. Bahkan peminatnya melebihi kuota yang tersedia.
“Di tempat lain, yang alokasinya cuma 100 siswa atau 4 rombel, malah sampai ada yang mendapat 150 siswa. Ini menunjukkan betapa tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program ini,” kata Gus Ipul.
Dengan dukungan penuh Bupati Jember dan komitmen untuk menjalankan program secara profesional, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi konkrit masalah akses pendidikan bagi keluarga miskin di Indonesia.
Program revolusioner ini menandai langkah besar pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan sosial dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








